Jurnal Ilmiah Pendidikan Eksakta Volume III, Nomor 2, Juni 2017

PENERAPAN  METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA OPERASI HITUNG PERKALIAN

Oleh
Syafdikah
SDN Kebonsari Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo
Email : syafdika2@gmail.com

ABSTRAK
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti pada pelajaran matematika di kelas II SDN Kebonsari Candi Sidoarjo diketahui bahwa; 1) Aktivitas belajar siswa tampak pasif karena  pembelajaran masih bersifat teacher center (terpusat pada guru). 2) Guru belum secara optimal menggunakan media pembelajaran; 3) Tingkat kemampuan siswa dalam operasi hitung perkalian masih rendah, hal ini terbukti berdasarkan pre tes yang diadakan diperoleh hasil rata-rata nilai sebesar 62,22. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan alternatif pembelajaran yang mampu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa yaitu dengan menerapkan metode Demonstrasi.Desain penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang  dilaksanakan sebanyak 2 kali pertemuan pada setiap siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu: 1) rencana, 2) tindakan, 3) observasi, 4) refleksi. Subyek penelitian yaitu siswa kelas II SDN Kebonsari, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo pada semester genap tahun ajaran 2013/2014 sebanyak 27 siswa. Hasil penelitian setelah diterapkan metode Demonstrasi, diketahui bahwa: 1) aktivitas belajar siswa pada siklus I sebesar 68,75 dan siklus II meningkat menjadi 76,54; 2) Sedangkan rata-rata nilai hasil belajar siswa siklus I diperoleh rata-rata sebesar 67,78 dan pada siklus II meningkat sebesar 78,33 dengan prosentase peningkatan hasil belajar sebesar 29,63 %. Data tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan metode Demonstrasidapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Dari data-data yang telah dipaparkan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Demonstrasi dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas II SDN Kebonsari, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo.

Full Text


PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS II-D SD NEGERI 004 BUKIT DATUK KOTA DUMAI TAHUN PELAJARAN 2015/2016

Oleh
Ratnawati
Guru SD Negeri 004 Bukit Datuk
E-mail : ratnawati@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas II-D SD Negeri 004 Bukit Datuk Kota Dumai dengan model pembelajaran picture and picture. Data pada penelitian ini dikumpulkan dengan teknik tes dan teknik nontes. Teknik tes yang digunakan berupa tes hasil belajar kognitif dan teknik nontes menggunakan lembar observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas II-D SD Negeri 004 Bukit Datuk yang berjumlah 30 orang pada semester I Tahun Pelajaran 2015/2016. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil evaluasi sebelum dan setelah dilaksanakan penelitian tindakan kelas. Sebelum penelitian tindakan kelas dilakukan, siswa yang berhasil mencapai nilai di atas KKM hanya 6 orang (20%) dari 30 siswa dengan nilai rata-rata 65,67. Pada siklus I, jumlah siswa yang berhasil mencapai KKM sebanyak 16 orang dengan ketuntasan klasikal 53,33% dan pencapaian nilai rata-rata sebesar 73,67. Pada siklus II, siswa yang berhasil memperoleh nilai di atas KKM sebanyak 26 orang dengan ketuntasan klasikal mencapai 86,67% dan pencapaian nilai rata-rata sebesar 82,17. Dengan demikian, model pembelajaran picture and picture dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas II-D SD Negeri 004 Bukit Datuk Kota Dumai.

Full Text


PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI METODE PEMBELAJARAN KERJA KELOMPOK DENGAN MENGGUNAKAN LEMBAR KERJA BERSTRUKTUR (LKB)

Oleh
Muhamad Djainudin
SMK Negeri 2 Tanah Grogot
Email: djainudin88@yahoo.com

ABSTRAK
Penelitian ini termasuk dalam penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas X ATU SMK Negeri 2 Tanah Grogot melalui metode pembelajaran kerja kelompok dengan menggunakan Lembar Kerja Berstruktur (LKB). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X ATU SMK Negeri 2 Tanah Grogot sebanyak 34 orang.
Metode pembelajaran kerja kelompok ini diawali dengan guru menjelaskan materi pelajaran secara klasikal kemudian siswa dibentuk dalam beberapa kelompok. Pada Siklus I yang dilaksanakan selama 3 kali pertemuan, subjek dibagi atas 5 kelompok yang terdiri dari 6-7 orang siswa. Siswa dikelompokkan berdasarkan urutan nama di absen. Sedangkan pada Siklus II responden dibagi atas 7 kelompok yang terdiri dari 4-5 orang siswa tiap kelompok. Siklus ini dilaksanakan selama 3 kali pertemuan dan guru mengelompokkan siswa berdasarkan hasil yang diperoleh pada siklus I, yakni menggabungkan antara siswa yang pandai dengan siswa yang kurang pandai dalam satu kelompok. Siswa diberikan tugas Lembar Kerja Berstruktur (LKB) yang sama untuk diselesaikan oleh setiap kelompok. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes akhir siklus.
Data yang telah diperoleh dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif dan hasilnya adalah sebagai berikut: Hasil belajar matematika siswa mengalami peningkatan dengan rata-rata pada siklus I adalah 57,85 dari skor ideal 100,00 yang berada pada kategori tinggi dengan siswa yang tuntas belajar secara individu sebanyak 12 orang dengan ketuntasan klaksikal 35,29%, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 77,21 dari skor ideal 100,00 berada pada kategori tinggi dengan siswa yang tuntas belajar secara individu sebanyak 31 orang dengan ketuntasan klaksikal 91,18%; Sikap siswa juga mengalami peningkatan berdasarkan hasil observasi frekuensi kehadiran pada tiap siklus, perhatian, dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran.

Full Text


PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONSTRUKTIVIS DALAM PEMBELAJARAN IPA DI KELAS IV SD NEGERI 007 TELUK BINJAI KOTA DUMAI

Oleh
Afrida
SD Negeri 007 Teluk Binjai Dumai Timur
E-mail : afrida17@gmail.com

ABSTRAK
Berdasarkan pengamatan peneliti dan setelah melakukan pembelajaran di kelas IV SDN 007 Teluk Binjai Kecamatan Dumai Timur, pembelajaran IPA belum menggunakan pendekatan-pendekatan dalam pembelajaran, termasuk pendekatan Konstruktivis. Hal ini menyebabkan siswa tidak dapat menyelesaikan masalah yang dihadapinya, disamping itu minat dan hasil belajar siswa menurun.
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Tujuan dari penelitian tindakan kelas ini adalah untuk memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar. Subjek dalam penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas IV SDN 007 Teluk Binjai Kecamatan Dumai Timur. Data penelitian ini diperoleh dengan menggunakan tes, observasi, wawancara dan catatan lapangan.
Dari analisis penelitian siklus I nilai rata-rata kelas baru mencapai 6,96 dengan nilai tertinggi 8,75 dan 17 siswa mendapat nilai dibawah nilai 7 dari 40 orang jumlah siswa. Berdasarkan hasil pengamatan dan evaluasi pada siklus I yang diperoleh, maka direncanakan untuk melakukan perbaikan pada pembelajaran berikutnya atau selama proses pembelajaran pada siklus II. Pada siklus II nantinya guru memperhatikan kekurangan-kekurangan selama proses pembelajaran pada siklus I dan memperbaikinya pada siklus II.
Dari analisis penelitian siklus II nilai rata-rata kelas sudah mencapai 7,48 dan hanya 7 orang siswa yang mendapat nilai di bawah nilai 7. Berdasarkan hasil pengamatan siklus II yang diperoleh, maka hasil tindakan pada siklus II ini sudah mencapai target yang diinginkan dan peneliti sudah berhasil dalam usaha meningkatkan hasil belajar IPA kelas IV Sekolah Dasar Negeri 007 Teluk Binjai dengan menerapkan pendekatan konstruktivis dalam pembelajaran. Dengan demikian dapat disimpulkan pada penelitian tindakan ini pendekatan konstruktivis dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa.

Full Text


PENINGKATAN HASIL BELAJAR KIMIA SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING (GUIDED DISCOVERY LEARNING)

Oleh
Marjito
SMK Negeri 2 Tanah Grogot
Email : marjito_spd@yahoo.co.id

ABSTRAK
Hasil belajar kimia siswa kelas X ATPH masih rendah yang ditunjukkan dengan masih adanya siswa yang belum tuntas belajar yaitu sebesar 59,37 %. Ada anggapan bahwa pelajaran kimia itu sulit. Guru kesulitan mencari respon siswa sebagai bentuk pemahaman terhadap materi. Interaksi pembelajaran cenderung searah dan keterlibatan siswa masih rendah. Permasalahan yang ingin diungkap adalah apakah penggunaan model pembelajaran Penemuan terbimbing(Guided Discovery Learning) dapat meningkatkan hasil belajar kimia siswa kelas X ATPH SMK Negeri 2 Tanah Grogot. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing (Guided Discovery Learning) dapat meningkatkan hasil belajar siswa sehingga mencapai ketuntasan belajar secara klasikal ≥ 85 %.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di kelas X ATPH SMK Negeri 2 Tanah Grogot dan terbagi menjadi dua siklus, di mana pada setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan (tindakan), observasi, dan refleksi. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes, angket, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan analisis data penelitian, diperoleh nilai rata-rata siswa secara klasikal pada siklus I sebesar 67,81 dan pada siklus II meningkat menjadi 75,63. Ketuntasan belajar siswa juga mengalami peningkatan, pada siklus I sebesar 68,75 % dan menjadi 87,50 % pada siklus II. Peningkatan hasil belajar siswa ini diikuti pula oleh peningkatan aktivitas belajar siswa sebesar 56,00 % pada siklus I dan meningkat menjadi 80 % pada siklus II.
Dari hasil penelitian tersebut bahwa penggunaan model pembelajaran penemuan terbimbing (Guided Discovery Learning) dapat meningkatkan hasil belajar kimia siswa kelas X ATPH SMK Negeri 2 Tanah Grogot, sehingga mencapai standar ketuntasan belajar secara klasikal yang diharapkan yaitu sebesar 85 %.

Full Text


ANALISA KOLESTROL DAN BERAT BADAN PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) YANG DIBERI SEDUHAN DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA LAMRK)

Oleh :
Emillia Devi Dwi Rianti, Ayly Soekanto
Staf Pengajar Bagian Biomedik Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
Email : mbak.devi@gmail.com

ABSTRAK
Kelebihan berat badan cenderung meningkatkan kadar kolesterol darah. Jadi menurunkan berat badan dapat membantu menurunkan kadar kolesterol darah. Penurunan berat badan merupakan tanda klinis yang paling utama digunakan sebagai target dalam manajemen obesitas. Penurunan berat badan ini akan tampak sebagai manifestasi klinis dari manajemen obesitas.Kenaikan kadar kolesterol dalam darah merupakan faktor resiko dalam pembentukan penyakit jantung koroner Keterkaitan trigliserida dengan penyakit jantung koroner adalah peningkatan terhadap LDL. Kolesterol dan penurunan HDL kolesterol apabila terjadi hipertrigliseridemia.Asupan makanan merupakan faktor terjadinya penyakit jantung koroner terutama faktor asupan lemak. Rumusan masalah penelitian ini adalah apakah ada hubungan kolestrol dan berat badan yang diberi seduhan daun kelor.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kolestrol dan berat badan pada tikus putih (Rattus norvegicus) yang diberi seduhan daun kelor ( Moringa oleifera Lamrk). Metode penelitian Penelitian eksperimental adalah penelitihan yang dilakukan dalam kondisi terkendali untuk mencapai pengaruh perlakuan. Penelitian ini adalah penelitian The Pre Test – Post Test Only Control Group Design. Hasil penelitain, uji Kruskal Wallis data Berat Badan menunjukkan tidak adanya perbedaan yang bermakna antar kelompok perlakuan dengan sig. 0,108 (sig. > 0,05). Untuk uji kolestrol hasil pengujian data kolesterol total menunjukkan ada perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan dengan sig. 0,027 (sig. < 0,05). Hasil pengujian menunjukkan bahwa ada perbedaan bermakna antara kelompok yang diberi diet tinggi lemak dengan tikus yang diberi seduhan daun kelor (Moringa oleifera Lamrk).Kesimupalan, berat badan pada hewan coba yang diberi seduhan daun kelor dengan hewan coba yang tidak diberi seduhan daun kelor, hasilnya tidak memiliki perbedaan. Dan Kelebihan berat badan cenderung meningkatkan kadar kolesterol darah. Jadi menurunkan berat badan dapat membantu menurunkan kadar kolesterol darah.

Full Text


PENERAPAN MODEL EXPOSITORY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA TERPADU SISWA KELAS VII-2 SMP NEGERI BINAAN KHUSUS KOTA DUMAI

Oleh
Suriasmi
Guru SMP Negeri Binaan Khusus Dumai
Email : suriasmi17@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA terpadu siswa kelas VII-2 SMP Negeri Binaan Khusus Kota Dumai dengan menerapkan model expository learning. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik tes berupa tes hasil belajar dan teknik nontes untuk observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan pada semester ganjil tahun pelajaran 2015/2016 dengan subjek penelitian melibatkan seluruh siswa kelas VII-2 SMP Negeri Binaan Khusus yang berjumlah 30 orang. Penerapan model expository learning mampu meningkatkan hasil belajar IPA terpadu siswa. Peningkatan ini ditunjukkan pada skor rata-rata kelas dan ketuntasan klasikal pada setiap siklus. Sebelum dilaksanakan penelitian, skor rata-rata kelas hanya mencapai 70,83 dengan ketuntasan klasikal 36,67%. Pada siklus I, skor rata-rata kelas meningkat menjadi 80,82 dengan ketuntasan klasikal 53,33%. Pada siklus II, skor rata-rata kelas telah mencapai 89,50 dengan ketuntasan klasikal 90%.

Full Text


POTENSI ANTIOKSIDAN BUAH NAGA TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PADA TIKUS PUTIH JANTAN YANG DIINDUKSI STREPTOZOTOSIN

Oleh :
Ayly Soekanto
Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
Email : aylysoekantodr@yahoo.com

ABSTRAK
Pengobatan diabetes mellitus relatif mahal dan berlangsung jangka panjang, karena itu perlu suatu terapi alternative yang murah dan aman untuk menbantu menurunkan kadar glukosa darah pada penderita diabetes mellitus. Buah naga mempunyai manfaat dapat mengurangi kadar kolesterol, menyeimbangkan kadar glukosa darah, menajamkan penglihatan mata dan meningkatkan kerja otot. Pada penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya potensi antioksidan jus sari buah naga (Hylocereus undatus) terhadap penurunan kadar glukosa darah. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni yang dilakukan di Laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya dengan rancangan randomized post tes only control group design, lamanya penelitian 35 hari, dibagi menjadi 4 kelompok, masing masing kelompok terdiri dari 6 ekor tikus terdiri dari kelompok Kontrol Negatif (K0) hanya diberi makan pellet, kelompok Kontrol Positif (K+) diberi injeksi intra peritoneal Streptozotocin 50 mg/kgbb, kelompok perlakuan 1 (P1) diberi injeksi intra peritoneal Streptozotocin selama 14 hari dan dilanjutkan jus sari buah naga 3 gr dalam 3 ml/hr selama 14 hari, kelompok Perlakuan 2(P2) diberi injeksi intraperitoneal streptozotocin selama 14 hari dan dilanjutkan jus sari buah naga 6 gr dalam 3 ml/hr selama 14 hari. Setiap hewan coba diadaptasikan selama 7 hari, kemudian dilakukan pengukuran kadar gula darah normal dulu sebelum dan sesudah perlakuan menggunakan alat glucose test. Berdasarkan data dari hasil penelitian ini didapatkan perbedaan yang bermakna antara empat kelompok perlakuan yang diberi jus sari buah naga terhadap kadar glukosa darah pada tikus putih jantan dikarenakan adanya potensi dari kandungan buah naga yang mengandung zat antioksidan flavonoid yang dapat menghambat penyerapan glukosa di GLUT 2 menyebabkan menurunnya kadar glukosa darah dan senyawa dari flavonoid yang memiliki aktifitas dalam penurunan kadar glukosa darah adalah quersetin dengan cara menjaga sel β pankreas tetap bekerja secara normal dan menghambat kerusakan sel beta pancreas serta dapat mengurangi resistensi insulin dengan cara berikatan dengan radikal bebas sehingga zat radikal bebas menjadi senyawa yang lebih stabil.

Full Text


EVALUASI NON-INVASIVE MENGGUNAKAN ANALISA IMAGE PADA PERCEPATAN PENYEMBUHAN LUKA DENGAN BANTUAN STIMULASI ELEKTRIK

Oleh:
Fuad Ama
Staf Pengajar Bagian Biomedik Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
Email: fuad.ama2010@gmail.com

ABSTRAK
Electrical Stimulation (ES) untuk penyembuhan luka adalah penggunaan arus listrik untuk mentransfer energi ke luka, yaitu menempatkan elektroda kontak langsung atau dekat dengan kulit yang luka sehingga arus listrik mengalir melewati luka. Pemberian terapi stimulasi elektrik ini dalam beberapa penelitian sebelumnya telah ditemukan suatu percepatan penyembuhan luka. Pada penelitian terdahulu proses penilaian penyembuhan luka dilakukan secara invasive, yaitu dengan mencuplik sebagian dari luka dan dibawah ke laboratorium pathology untuk dinilai oleh ahli pathology. Fenomena inilah yang mendasari penelitian kali ini dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain suatu sistem evaluasi non-invasive terhadap percepatan penyembuhan luka dengan stimulasi elektrik menggunakan analisa image.

Full Text


UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA KELAS I A SD NEGERI 015 BAGAN KELADI PADA MATA PELAJARAN IPA MELALUI METODE EKSPERIMEN

Oleh
Heni
SD Negeri 015 Bagan Keladi
E-mail : heni87@gmail.com

ABSTRAK
Berdasarkan pengamatan peneliti dan setelah melakukan pembelajaran di kelas IA SDN 015 Bagan Keladi Kecamatan Dumai Barat, pembelajaran IPA belum menggunakan pendekatan-pendekatan dalam pembelajaran, termasuk metode eksperimen. Hal ini menyebabkan siswa tidak dapat menyelesaikan masalah yang dihadapinya, disamping itu minat dan hasil belajar siswa menurun.
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Tujuan dari penelitian tindakan kelas ini adalah untuk memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar. Subjek dalam penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas I A SDN 015 Bagan Keladi Kecamatan Dumai Barat. Data penelitian ini diperoleh dengan menggunakan tes, observasi, wawancara dan catatan lapangan.
Hasil penelitian dari setiap siklus yang telah dilaksanakan terlihat adanya peningkatan hasil belajar siswa Persentase penguasaan materi pembelajaran siswa 70 % untuk mata pelajaran IPA hanya sebesar 42,85 % atau 15 orang dari 35 siswa dibawah 70 % sebelum perbaikan tindakan kelas. Pada siklus 1 setelah perbaikan, penguasaan materi pembelajaran siswa 70 % mencapai 80 %, masih terdapat 7 orang dari 35 siswa penguasaan materinya dibawah 70 %. Kemudian pada siklus 2 penguasan materi pembelajaran siswa 70 % sudah mencapai 94,28 %, hanya 2 orang dari 35 siswa yang ditemukan penguasaan materi pembelajaran siswa dibawah 70 %. Dengan demikian dapat disimpulkan pada penelitian tindakan ini penggunaan metode eksperimen dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa.

Full Text


KANDUNGAN XANTON DALAM EKSTRAK KULIT MANGGIS DENGAN PELARUT ETANOL ABSOLUT

Oleh :
Widyaningsih I, Inawati, Tjandra L
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
Email: indatamun@yahoo.co.id

ABSTRAK
Manggis (Garcinia mangostana L.) merupakan pohon buah . Secara umum, orang hanya mengkonsumsi buannya saja dan cenderung membuang kulit buah manggis tersebut. Bagian tanaman yang secara tradisional sering dipakai dalam pengobatan tradisional (diare, disentri, eksim dan penyakit kulit lainnya) adalah kulit buah. Manggis (Garcinia mangostana Linn) merupakan tanaman buah yang berasal dari hutan tropis yang teduh di kawasan Asia Tenggara, antara lain Indonesia. Kulit buah manggis telah digunakan dalam pengobatan di Asia Tenggara selama berabad-abad dalam mengobati penyakit infeksi kulit dan luka, disentri amoeba, diare, dan penyakit infeksi lainnya. Buah manggis mengandung polifenol antara lain xanton. Xanton sendiri terdiri mengandung alfa mangosten dan beta mangosten.. Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah manggis dan senyawa aktifnya memiliki aktivitas farmakologi yaitu anti-alergi, anti-inflamasi, anti-oksidan, anti-kanker, antimikroorganisme, anti-aterosklerosis, dan bahkan anti-HIV. Pada uji toksistas, ekstrak etanol buah manggis yang mengandung senyawa aktif xanton tidak menunjukkan toksisitas baik secara akut maupun sub-kronis.  Metode dari penelitian ini adalah melakukan ekstraksi kulit manggis dalam bentuk simplisia yang didapat dari materia medika dan hasil analis dari kulit manggis kering yang didapat dari pasar tradisional kemudian dianalisis kadar zat aktifnya antara laian xanton. Bahan aktif sebagai standart dari xanton didapat dari Sigma Aldrich. Pelarut kedua zat tersebut adalah etanol absolut PA Hasil dan pembahasan: dari hasil kedua ekstraksi kulit manggis tersebut adalah ekstraksi etanolik yang berasal dari materia medika mempunyai kadar xanton 3,86% dan yang dari pasar tradisional 5,35%. Kemungkina perbedaan adalah metode  pada saat pembuatan simplisia, pembuatan ekstraksi mulai dari maserasi dan evaporasi.

Full Text


Share this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *