Jurnal Ilmiah Pendidikan Eksakta Volume III, Nomor 3, September 2017

JUS BUAH NAGA SEBAGAI ANTIOKSIDAN PADA TIKUS PUTIH
(RATTUSNOVERGICUS) YANG DIPAPAR OBAT ANTI NYAMUK BAKAR TERHADAP PERUBAHAN HISTOPATOLOGI SEL NEPHRON

Oleh
Emilia Devi Dwi Rinalty1, Ayly Soekanto2, Sukma Sahadewa3
1Bagian Biomedik Dasar Fakultas Kedokteran
2Bagian Anatomi Fakultas Kedokteran
3Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
Email : mbak.devi@gmail.com1, aylysoekantodr@yahoo.com2, sukmasahadewa83@gmail.com3

ABSTRAK
Upaya menghindari efek dari asap paparan obat anti nyamuk bakar maka dengan pemberian buah naga yang mengandung antioksidan tinggi dapat melindungi kerusakan pada ginjal. Salah satu sumber pangan yang berfungsi sebagai anti oksidan adalah jus buah naga, dan memiliki ka ndungan flavonoid dimana kemampuannya dapat menangkap radikal bebas. Pengelompokan hewan coba menjadi, kelompok K1 tikus diberi aquades, kelompok K2 tikus diberikan aquades, jus buah naga 0,5 ml, kelompok perlakuan P1 tikus diberi paparan obat nyamuk bakar 4 jam dan jus buah naga 2 x sehari 0,5 ml, kelompok perlakuan P2 tikus diberikan paparan obat nyamuk bakar 6 jam dan jus buah naga 2x sehari 1 ml, kelompok perlakuan P3 tikus diberikan paparan obat nyamuk bakar 8 jam dan jus buah naga 2x 1,5 ml. Pengolahan data digunakan Chi-quare dimana menggunakan program SPSS versi 21. Uji chi-quare menunjukkan 0,074 > 0,05, sehingga H1 diterima sehinga adanya hubungan peradangan ginjal dengan waktu paparan obat anti nyamuk. Data adanya nekrosis yaitu 0,553>dari 0,05, maka H1 diterima dimana waktu paparan obat anti nyamuk berhubungan dengan nekrosis. Dan adanya peradangan yang diberi obat anti nyamuk kemudian diberi jus buah naga dengan dosis 2 x 0,5 ml, 2 x 1ml dan 2 x 1,5 ml. Maka nilai dari asymp signifikansi 0,014 < dari 0,05 sehingga H0 diterima dimana peradangan tidak berhubungan dengan pemberian jus buah naga, dan nilai asymp signifikansi 0,308 > dari 0,05, maka H1 diterima, H1 diterima maka perlakuan pemberian paparan obat nyamuk yang kemudian diberi jus buah naga, sehingga adanya nekrosis.

Full Text


PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS II B SD NEGERI 006 KELAWAT

Oleh
Nurtina
Sekolah Dasar Negeri 006 Kelawat
Email : nurtina787@gmail.com

ABSTRAK
Peningkatkan hasil belajar siswa perlu dilakukan secara secara optimal melalui suatu program dalam pembelajaran serta strategi yang dapat dilakukan oleh guru yang profesional. Hal tersebut sebagai wujud nyata dalam upaya pemberdayaan dan meningkatkan kompetensi kelulusan siswa sesuai dengan harapan dan kebutuhan masyarakat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan cara menggunakan media gambar untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah media gambar dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA di SDN 006 Kelawat.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model siklus yang dimulai dari aspek mengembangkan perencanaan, melakukan observasi terhadap tindakan dan melakukan refleksi terhadap perencanaan kegiatan tindakan dan kesuksesan hasil yang diperoleh. Data dalam PTK ini dikumpulkan dengan menggunakan berbagai instrumen penelitian, seperti : catatan harian, lapangan, lembar observasi; pedoman wawancara; lembar angket/kuesioner, lembar masukan guru (refleksi tindakan) dan lembar penilaian unjuk kerja. Data yang telah terkumpul dalam penelitian ini selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Analisis data dalam PTK bertujuan bukan untuk digeneralisasikan, melainkan untuk memperoleh bukti kepastian apakah terjadi perbaikan, peningkatan, dan atau perubahan sebagaimana yang diharapkan.

Full Text


MEKANISME POTENSI SARI BUAH JERUK NIPIS DAN SARI ASAM JAWA TERHADAP PENURUNAN BERAT BADAN PADA TIKUS

Oleh
Ayly Soekanto
Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
Email : aylysoekantodr@yahoo.com

ABSTRAK
Pengobatan untuk menurunkan berat badan saat ini relatif mahal, perlu dicari alternatif yang murah dan aman untuk penurunan berat badan. Tanaman asam (Tamarindus indica. L) dan jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swingle) sering digunakan masyarakat sebagai obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya mekanisme potensi sari buah jeruk nipis dan sari asam jawa terhadap penurunan berat badan pada tikus. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni dengan rancangan randomized post tes only control group design, lamanya penelitian 28 hari, dibagi menjadi 3 kelompok, terdiri kelompok Kontrol Negatif (K0) diberi makanan tinggi lemak, Kelompok Perlakuan 1 (P1) diberi makanan tambahan tinggi lemak kemudian sari buah jeruk nipis dosis 2 gr, Kelompok Perlakuan 2 (P2) diberi makanan tambahan tinggi lemak kemudian sari asam jawa dosis 2 gr. Setiap hewan coba diadaptasikan, kemudian dilakukan penimbangan berat badan sebelum dan sesudah perlakuan menggunakan alat ukur timbangan. Dari hasil penelitian ini didapat perbedaan yang bermakna karena buah jeruk nipis yang mengandung asam sitrat limonene terbukti dapat berfungsi menurunkan berat badan, memperlancarkan percernaan sehingga mempermudah buang air besar dan asam jawa mengandung berbagai senyawa kimia asam asam yang mempunyai efek mempermudah buang air besar, melancarkan peredaran darah dan meningkatkan pencernaan sehungga dapat berfungsi menurunkan berat badan.

Full Text


PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP LINGKARAN DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA PESERTA DIDIK KELAS VIII – 3 SMPN 5 PENAJAM PASER UTARA
TAHUN AJARAN 2015/2016

Oleh
Fitrawati
SMP Negeri 5 Penajam Paser Utara
Email : fitrah.fitrawati @gmail.com

ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pembelajaran guru yang masih berpusat pada guru dan rendahnya capaian pemahaman konsep matematika. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika melalui model pembelajaran Problem Based Learning pada peserta didik kelas VIII-3 SMPN 5 Penajam Paser Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas.Penelitian dilakukan dalam dua siklus, dengan masing-masing siklus terdiri dari 2 pertemuan. Setiap siklus terdapat 4 tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi.Teknik pengumpulan data meliputi observasi, Pengerjaan Lembar Kegiatan Peserta Didik, tes, dan dokumentasi.
Hasil Penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konsep lingkaran. Hal ini ditunjukkan melalui indikator pemahaman konsep yang meliputi 1) menyatakan ulang suatu konsep pra siklus (62,30%) dan di akhir siklus 2 (86,4%) 2) Mengklasifikasikan obyek-obyek menurut sifat-sifat tertentu prasiklus (73,84%) dan di akhir siklus 2 (80,8%), 3) Menyatakan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematika prasiklus (83,84%) dan di akhir siklus 2 (88,8%), 4) Mengembangkan syarat perlu dan syarat cukup suatu konsep prasiklus (80%) dan di akhir siklus (80,8%) 5) Menggunakan, memanfaatkan dan memilih prosedur atau operasi tertentu prasiklus ( 60%) dan di akhir siklus 2 (87,86%). Dari pemahaman konsep tersebut terdapat 50% yang nilainya di atas KKM (80) pada prasiklus dan 84% pada akhir siklus 2.Sehingga dapat disimpulkan penerapan melalui pendekatan kontekstual dapat meningkatkan pemahaman konsep lingkaran.

Full Text


PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS VI SDN 023 TELUK BINJAI

Oleh
Yulmailis
SD Negeri 023 Teluk Binjai
Email : yyulmailis@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SDN 023 Teluk Binjai dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT). Penelitian ini dilakukan pada semester II yang dilaksanakan dengan 2 siklus. Rata-rata hasil belajar siswa sebelumnya yaitu 55,2 dari 27 orang siswa yang tuntas hanya 7 dengan ketuntasan klasikal 25,9% sedangkan siswa yang tidak tuntas 20 orang dengan ketuntasan klasikal 74,1%. Pada penelitian ini disajikan persentase aktivitas guru dan siswa serta hasil ulangan harian siklus I dan siklus II. Persentase aktivitas guru pada siklus I dan II adalah 50% meningkat menjadi 83%. Persentase aktivitas siswa pada siklus I dan II adalah 46,6% meningkat menjadi 78,4%. Rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I adalah 71,3 dari 27 siswa, yang tuntas 23 orang dengan persentase peningkatan 15% dan yang. Rata-rata hasil belajar siswa siklus II adalah 90,3 dari 27 orang yang tuntas 26 orang dengan persentase peningkatan 46%.

Full Text


PENERAPAN PETA KONSEP UNTUK MENINGKATKAN
PRESTASI BELAJAR IPA SISWA KELAS V-B SD NEGERI 016
BULUH KASAP KECAMATAN DUMAI TIMUR KOTA DUMAI

Oleh
Fauziah Zakaria
SD Negeri 016 Buluh Kasap Kecamatan Dumai Timur Kota Dumai
Email : fauziahzakaria95@gmail.com

ABSTRAK
Berdasarkan pengalaman peneliti selama mengajar ditemukan masalah dalam pembelajaran di kelas. Pada saat pembelajaran siswa cenderung pasif. Siswa kurang memiliki rasa percaya diri dan keberanian untuk menjawab pertanyaan. Siswa kurang memiliki motivasi dalam mengikuti pembelajaran. Guru jarang melakukan variasi pembelajaran, media pembelajaran juga belum dimanfaatkan secara maksimal. Sehingga hasil belajar IPA siswa rendah. Oleh karena itu, perlu adanya tindakan untuk meningkatkan hasil belajar IPA. Salah satunya adalah menggunakan peta konsep. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas V-B SD Negeri 016 Buluh Kasap Kecamatan Dumai Timur Kota Dumai.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadinya peningkatan hasil belajar dari siklus I ke siklus II. Jumlah siswa yang mendapatkan nilai di atas 75 (KKM) pada Siklus I berjumlah 13 orang (59%), sedangkan pada Siklus II naik menjadi 21 orang (95%). Keadaan ini menunjukkan bahwa perbaikan pembelajaran pada mata pelajaran IPA dengan menggunakan peta konsep dapat dikatakan berhasil, dimana siswa yang memperoleh nilai diatas 75 mencapai lebih dari 75% dari seluruh siswa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan peta konsep dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas V-B pada mata pelajaran IPA di SD Negeri 016 Buluh Kasap Kecamatan Dumai Timur Kota Dumai tahun pelajaran 2015/2016.

Full Text


PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA MELALUI PENDEKATAN INKUIRI DI KELAS V
SD NEGERI 026 SUKAJADI DUMAI

Oleh
Ghusna Hanim
SD Negeri 026 Sukajadi Dumai
Email : ghusnahanim@gmail.com

ABSTRAK
Pembelajaran IPA berdasarkan observasi penulis di SDN 026 Sukajadi, dalam pembelajaran IPA di kelas V SD khususnya pada materi pembelajaran gaya magnet, pembelajarannya hanya dengan penyampaian teori-teori tentang magnet, padahal seharusnya pembelajaran gaya magnet dapat dilaksanakan dengan menyenangkan karena magnet sering digunakan siswa dalam kehidupannya. Selain itu, dalam pembelajaran gaya magnet guru belum terlihat menggunakan pembelajaran inkuiri seperti belum sempurnanya tahap orientasi dan tidak terlihatnya tahap perumusan masalah dimana siswa langsung dituntun pada apa yang akan dipelajarinya tanpa memotivasi siswa untuk mencari tahu tentang apa yang ingin dipelajarinya. Pembelajaran IPA pada hakikatnya bukan hanya pembelajaran yang menekankan pada kemampuan siswa untuk menghafal teori-teori tapi sesungguhnya merupakan pembelajaran yang menuntun dan mengarahkan siswa pada kemampuan siswa agar dapat mengembangan kemampuan berfikir secara sistematis, logis dan kritis dalam mengambil keputusan atau memecahkan masalah yang muncul dalam pembelajaran IPA.
Berdasarkan gambaran hasil peningkatan pembelajaran IPA dengan menggunakan pendekatan inkuiri di kelas V SDN 026 Sukajadi, dapat disimpulkan bahwa peningkatan pembelajaran IPA dapat dilakukan dengan menyelenggarakan pembelajaran IPA dengan menggunakan pendekatan inkuiri.

Full Text


PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS III-B
SD NEGERI 017 PURNAMA DUMAI

Oleh
Normawati
SD Negeri 017 Purnama Kecamatan Dumai Timur Kota Dumai
Email : nnormawati02@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa semester genap tahun pelajaran 2016/2017 dengan materi pokok bangun datar pada siswa kelas III-B SD Negeri 017 Purnama Kota Dumai melalui penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian tindakan kelas yang dilakukan di kelas III-B SD Negeri 017 Purnama Kecamatan Dumai Barat Kota Dumai tahun pelajaran 2016/2017 dengan jumlah siswa sebanyak 25 orang. Tindakan yang dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray pada mata pelajaran matematika. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus.
Berdasarkan hasil yang diperoleh selama pelaksanaan penelitian tindakan kelas, dapat dijelaskan bahwa hasil peningkatan hasil belajar siswa dari skor dasar jumlah siswa yang mencapai KKM hanya sebanyak 8 orang atau 32% sedangkan pada siklus I jumlah siswa yang mencapai KKM mengalami peningkatan menjadi 16 orang siswa atau 64%. Selanjutnya, jumlah siswa yang mencapai KKM pada siklus II juga mengalami peningkatan menjadi 22 orang siswa atau 88%. Maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis tindakan dapat diterima, bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IIIC SD Negeri 017 Purnama Kecamatan Dumai Barat Kota Dumai tahun pelajaran 2016/2017.

Full Text


MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DI KELAS X SMA NEGERI 1 CERME

Oleh
Siti Chatidjah
SMA Negeri 1 Cerme
Email : chatidjah123@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui aktivitas belajar Biologi melalui model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) di Kelas X SMA Negeri 1 Cerme, dan (2) mengetahui hasil belajar biologi melalui model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) di Kelas X SMA Negeri 1 Cerme. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan dalam 2 siklus setiap siklus dengan dua kali pertemuan, tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subyek penelitian ini siswa kelas X-A, berjumlah 32 siswa, tahun pelajaran 2016/2017.
Hasil penelitian disimpulkan: (1) keaktifan siswa siklus I sebesar 74.61% menjadi 77.54% pada siklus II. Observasi keaktifan siswa siklus I sebesar 61.46% menjadi 77.07% pada siklus II, dan (2) hasil belajar pada siklus I, 68.75% tuntas, sedangkan31.25% belum tuntas. Hasil belajar pada siklus II, 93.75% tuntas, sedangkan 6.25%belum tuntas. Dengan ini membuktikan bahwa model pembelajaran problem based learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar Biologi siswa.

Full Text


Share this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *