Jurnal Ilmiah Pendidikan Humaniora Volume III, Nomor 5, September 2017

METODE MAKE A MATCH TERHADAP PENGENALAN PERALATAN PEMBERSIH BAGI SISWA KELAS XI AKOMODASI PERHOTELAN
SMK NEGERI 2 TAHUNA

Oleh
Jevery Paat
SMK Negeri 2 Tahuna
Email : jeverypaat@gmail.com

ABSTRAK
Hasil Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan bulan Januari s.d April 2014. Peningkatan prestasi belajar siswa dengan presentasi kenaikan kemajuan hasil belajar sebagai berikut kondisi awal = 54.12 %; siklus I = 58.82%; Siklus II = 78.94. Hasil penelitian penerapan model pembelajaran make a match dengan kartu soal dan kartu jawaban terbukti sangat signifikan efektif dan efisien (1) meningkatkan prestasi belajar yang diikuti dengan (2) peningkatan aktivitas siswa serta (3) pemunculan keterampilan produktif secara kooperatif siswa dalam pembelajaran dan diperoleh peningkatan hasil belajar siswa lewat perolehan nilai sebagai berikut pada kondisi awal nilai tertinggi (70) dan nilai terendah (00); siklus I nilai tertinggi (90) nilai terendah (00); siklus II nilai tertinggi (96) nilai terendah (00). Dari hasi penelitian yang dilaksanakan melalui 2 siklus, pada siklus II terjadi peningkatan presentasi hasil belajar menjadi 78.94%, dibandingkan dari siklus I siswa dengan presentasi 58.82%, hal ini menunjukkan peningkatan presentasi belajar pada siswa 20.12%.


MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR ADMINISTRASI PERKANTORAN MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL NUMBERED HEAD TOGETHER SMK NEGERI I TANAH GROGOT

Oleh
Yun Aminawati
SMK Negeri 1 Tanah Grogot
Email : yunaminawati@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian berdasarkan permasalahan, (a) Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar Administrasi Perkantoran dengan diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model Model Numbered Head Thogether? (b) Bagaimanakah pengaruh metode pembelajaran kooperatif model Jigsaw terhadap motivasi belajar siswa?. Tujuan penelitian tindakan ini adalah: (a) Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model Numbered Head Together. (b) Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan metode pembelajaran kooperatif Model Numbered Head Together Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, X Administrasi Perkantoran 1 Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar.
Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (66,67%), siklus II (76,9 %), siklus III (89%). Simpulan dari penelitian ini adalah metode pembelajaran kooperatif Model Numbered Head Thogethe dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa X Administrasi Perkantoran 1, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran Administrasi Perkantoran.


METODE PENGEMBANGAN KECERDASAN BAHASA MELALUI TEKNIK ULANG UCAP TK PERTIWI 2 TURIREJO KECAMATAN JEPON BLORA SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2017/2018

Oleh
Ninik Andriani
TK Pertiwi 2 Turirejo
Email : ninikandrianispdaudmm@gmail.com

ABSTRAK
Pengembangan berbahasa bertujuan agar mampu mengungkapkan pikiran melalui bahasa yang sederhana secara tepat, mampu berkomunikasi secara efektif dan membangkitkan minat untuk dapat berbahasa Indonesia dengan baik dan benar. Seorang guru dituntut dapat memahami dan memiliki keterampilan yang memadai dalam mengembangkan berbagai model pembelajaran yang efektif, kreatif dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecerdasan bahasa anak didik TK, kecerdasan sosial dalam berinteraksi dan komunikasi. Rumusan masalah yaitu bagaimanakah penerapan metode pengembangan kecerdasan bahasa melalui teknik ulang ucap pada anak didik TK Pertiwi 2 Turirejo Kecamatan Jepon Blora semester ganjil tahun pelajaran 2017/2018. Metode “pengembangan kecerdasan bahasa melalui teknik ulang ucap” sebagai suatu metode yang dapat menstimulasi anak dalam mengembangkan kecerdasan bahasa melalui pengintegrasian kegiatan pada pembelajaran sehari-hari. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam tiga kali siklus, untuk tiap siklus terdiri dari empat tahapan, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan kontribusi pada peningkatan kemampuan guru dalam memilih metode pembelajaran yang tepat. Hasil dan proses pembelajaran pada siklus I adalah 20 anak didik atau 76,9% yang meningkat pada siklus II menjadi sebesar 22 anak atau 84,6% dan pada siklus III menjadi 23 anak atau 88,46%.


PERUBAHAN SOSIAL DALAM KONTEKS KULTUR MENTALITAS PASRAH, KURANGNYA PENDIDIKAN MASYARAKAT DESA WEHALI ERA 1990-AN

Oleh
Frans Max Eduard Klaran Bau
STKIP Sinar Pancasila Betun
Email: baufrans@yahoo.com

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan struktur ekonomi, mentalitas serta dampak perubahan sosia di desa wehali. Penelitian dilaksanakan di desa wehali Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan struktur ekonomi sebelum kedatangan kaum Bugis, Rote, Sabu, Alor, Flores dan Jawa, sruktur ekonomi sesudah kedatangan kaum Bugis,Rote,Sabu,Alor,Flores dan Jawa, struktur ekonomi sesudah kedatangan kaum intelek (putra dan putri pribumi).
Sikap mental petani yang utama adalah sikap subsystems artinya, bagi petani itu orang bekerja adalah untuk sekadar memenuhi kebutuhan hidup.Kalau kebutuhan sudah terpenuhi,maka orang tidak perlu kerja keras lagi. Sementara mereka yang bermentalitas pegawai(priayi) menganggap bahwa tujuan dari bekerja adalah untuk mendapatkan kebahagian. Kedua sikap mental ini tidak mendorong pembangunan, karena tidak mendorong untuk bekerja keras dan serius.
Mentalitas desa wehali telah berubah menjadi serius, rajin, tidak pasrah dan pendidikan yang memadai. Dampak perubahan sosial di desa Wehali diantaranya adalah rumah yang tidak layak huni menjadi layak huni (mulanya) sekarang rumah layak huni berjumah 875 kepala keluarga dari 1312 kepala keluarga, pendidikan awal mula hanya SD dan SMP sekarang meningkat menjadi D3 dan strata satu masing-masing 50 dan 100 orang. Pengusaha awal mula tidak ada, sekarang menjadi 356 pengusaha.


PEMBERIAN REWARD PADA METODE PENUGASAN UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA DI KELAS XI IS.
SMA NEGERI 2 RENGAT

Sri Sugiarti
SMA Negeri 2 Rengat
Email : srisugiartimuri@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan aktivitas siswa dalam belajar ekonomi pada materi Persamaan Akuntansi dengan menggunakan metode penugasan yang diiringi dengan pemberian hadiah atau reward kepada siswa sebagai motivasi dari luar diri siswa itu sendiri dengan 2 kali siklus dan masing-masing siklus terdapat 3 tahapan pertemuan.
Parameter yang digunakan pada penelitian ini adalah aktivitas belajar siswa pada setiap kali pertemuan dengan aspek yang dinilai adalah bertanya, menjawab, mengemukakan pendapat, kebenaran jawaban dan aktivitas belajar. Dari hasil pertemuan menunjukan bahwa dengan menerapkan metode penugasan dan diiringi dengan pemberian hadiah atau reward menunjukkan adanya peningkatan aktivitas siswa dalam mempelajari materi persamaana akuntansi. Rerata aktivitas belajar pada siklus pertama dari 28,46% pada pertemuan pertama, 37,41 pada pertemuan kedua dan 56,92%, kemudian pada siklus kedua terlihat perkembangan aktivitas siswa kearah pembiasaan positif dari aktivitas belajar dengan rerata aktivitas sama dengan siklus pertama dan pembiasaan tersebut terlihat dari keaktifan belajar 100% di mulai dari pertemuan ke3 pada silkus pertama.
Hasil belajar siswa setelah dilakukan pemberian reward pada metode penugasan terjadi peningkatan yang signifikan dari nilai UH pada siklus Irerata 74 dan pada siklus II menjadi reratanya 82,4.


PENERAPAN PENDEKATAN TEKNIS GUNA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PERMAINAN SEPAK BOLA PADA SISWA KELAS X PADA SMK NEGERI 1 TANAH GROGOT

Oleh
Misno
SMK Negeri 1 Tanah Grogot
Email : misno1091961@gmail.com

ABSTRAK
Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah:(a) Bagimanakah meningkatkan prestasi penguasaan dasar-dasar senam bagi siswa dalam diterapkannya metode demontrasi?(b)Bagaimana pengaruh metode meningkatkan performa terhadap motivasi belajar siswa?. Tujuan dari penelitian ini adalah (a) Mengetahui peningkatan prestasi belajar dasar-dasar senam pada siswa setelah diterapkannya metode Meningkatkan performa,(b) mengetahui motivasi belajar dasar-dasar senam setelah diterapkannya metode Meningkatkan performa.
Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak dua putaran. Setiap putaran terdiri dari dua tahap yaitu : rancangan, kegiatan dan pengamatan. Refleksi dan revisi. Sasaran penelitian ini adalah Siswa Kelas X dari data diperoleh berupa hasil tes praktik , lembar observasi kegiatan beolajar mengajar. Dari hasil analisa didapat bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatakan dari siklus I sampai II yaitu, siklus I (70%), siklus II (81%) dan siklus III (91%).
Simpulan dari penelitian ini adalah metode Meningkatkan performa dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa kelas X SMK NEGERI 1 Tanah Grogot serta model pembejalaran dapat digunakan sebagai salah satu alternative penjas.


UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF BAHASA INDONESIA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PICTURE AND PICTURE

Oleh
Emi Rinalty
SDN 010 Tayang Sei Parit
Email : emirinalty@yahoo.com

ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture dapat meningkat kemampuan menulis paragraf bahasa indonesia siswa kelas III dengan di SDN 010 Talang Sei ParitKecamatan rakit kulim Indragiri Hulu.
Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian tindakan kelas yang dilakukan di kelas III SD Negeri 010 Talang Parit tahun pelajaran 2015/2016 dengan jumlah siswa sebanyak 14. Tindakan yang dilakukan dengan menerapkan metode pembelajaran kooperatif tipe picture and picture dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus.
Berdasarkan hasil yang diperoleh selama pelaksanaan penelitian tindakan kelas, dapat di jelaskan bahwa: dalam proses pembelajaran yang semakin meningkat dalam setiap siklusnya, dari aktivitas siswa yang cukup menjadi baik dan sangat baik. Hasil tes kemampuan menulis paragraf dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe picture and picture juga menunjukkan bahwa pada siklus I diketahui 10 dari 14 siswa telah mencapai KKM (60) degan nilai rata-rata 65.71 kemudian meningkat pada siklus II diketahui semua siswa telah berhasil mencapai nilai KKM (60) dengan nilai rata-rata siswa sebesar 70.5.
Maka dapat disimpulkan bahwa : penerapan metode metode pembelajaran kooperatif tipe picture and picture dapat meningkatkan kemampuan menulis paragraf bahasa Indonesia siswa Kelas III SDN 010 Talang Parit tahun pelajaran 2015/2016.


PENINGKATAN KEMAMPUAN LAY UP SHOT BOLA BASKET
MELALUI PENGGUNAAN MODIFIKASI ALAT PELAJARAN

Oleh
Wisnu Aditya Kurniawan
SMK Negeri 1 Brondong Lamongan
Email: wisnuadityakurniawan186@gmail.com

ABSTRAK
Tujuan Penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan lay up shot siswa kelas X Teknik Pemesinan 2 SMK Negeri 1 Brondong dengan menggunakan modifikasi alat pelajaran.
Penelitian ini merupakan PTK, yang dilaksanakan selama 3 bulan. Penelitian ini dilaksanakan selama dua siklus dan satu siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas X yang berjumlah 36 Siswa. Teknik pengumpulan data melalui tes. Analisis data menggunakan analisis deskripsif persentase.
Hasil penelitian menunjukkan melalui modifikasi alat pelajaran dapat meningkatkan lay up shot bola basket. Hal ini ditunjukkan pada prasiklus persentase ketuntasan adalah 27,78% dengan jumlah siswa tuntas 10 siswa. Siklus I lay up shot persentase ketuntasan adalah 50% dengan jumlah siswa yang tuntas adalah 18 siswa. Siklus II lay up shot bola basket persentase ketuntasan adalah 83,33% dan jumlah siswa yang tuntas adalah 30 siswa.
Kesimpulan penelitian ini adalah modifikasi alat pelajaran dapat meningkatkan kemampuan lay up shot bolabasket siswa kelas Kelas X Teknik Pemesinan 2 SMK Negeri 1 Brondong Tahun Pelajaran 2017/2018.


PENERAPAN PEMBELAJARAN STAD GUNA MENINGKATKAN PEMAHAMAN ADMINISTRASI SARANA DAN PRASARANA BIDANG KEAHLIAN ADMINISTRASI PERKANTORAN PADA SISWA
SMK NEGERI 1 TANAH GROGOT

Oleh
Utami Sri Haryanti
SMK Negeri 1 Tanah Grogot
Email : uutsolo17@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian ini berdasarkan permasalahan: (a) Apakah Pembelajaran STAD berpengaruh terhadap hasil belajar Bidang Keahlian Administrasi Perkantoran? (b) Seberapa tinggi tingkat penguasaan materi pelajaran Administrasi Sarana dan Prasarana dengan diterapkannya metode Pembelajaran STAD ?.
Tujuan dari penelitian ini adalah : (a) Untuk mengungkap pengaruh Pembelajaran STAD terhadap hasil belajar Bidang Keahlian Administrasi Perkantoran. (b) Ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan Bidang Keahlian Administrasi Perkantoran setelah diterapkannya Pembelajaran STAD.
Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas XI Administrasi perkantoran. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar.
Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu siklus I (71%,), siklus II (82%), siklus III (89%).
Simpulan dari penelitian ini adalah metode STAD dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa Kelas XI Administrasi perkantoran SMK Negeri 1 Tanah Grogot, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative Administrasi Sarana dan Prasarana.


MENINGKATKAN KEMAMPUAN READING COMPREHENSION MELALUI MODEL COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) SMA NEGERI 2 TEMBILAHAN KABUPATEN INDRAGIRI HILIR RIAU

Oleh
Putikah
SMA Negeri 2 Tembilahan
Email : putikahtika@yahoo.com

ABSTRAK
Latar belakang masalah penelitian ini adalah masih rendahnya hasil kemampuan Reading comprehension Bahasa Inggris siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah model pembelajaran Cooperative Integreted Reading and Composition dapat meningkatkan hasil belajar dalam pembelajaran reading comprehension. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan pemahaman Reading comprehension untuk meningkatkan hasil belajar siswa.
Setelah dilakukan analisis data ternyata ada peningkatan aktifitas belajar siswa. Aktivitas siswa yang mendapat kategori amat baik (A) pada siklus I pertemuan 1 = 20.54% , pertemuan 2 = 35.71%, pada siklus II pertemuan 1 = 56.25% dan pertemuan 2 = 83.04%.
Adanya peningkatan prosentase hasil kerja kelompok siswa dari siklus I sampai II, pada siklus I pertemuan 1 dan 2 hasil kerja kelompok siswa dengan kategori amat baik (A) adalah 21.43% dan 39.29%, dan pada siklus II pertemuan 1 dan 2, kategori amat baik (A) sebesar 60.71% dan 82.14%. Hasil belajar siswa untuk pemahaman reading comprehension juga mengalami peningkatan prosentase siswa yang tuntas dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I siswa yang tuntas 64.29% dan pada siklus II siswa yang tuntas bertambah menjadi 85.71%. Kesimpulan penelitian ini adalah penggunaan model pembelajaran Cooperative Integreted Reading and Composition (CIRC) dapat meningkatkan kemampuan memahami bacaan (reading comprehension).


PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN PESERTA DIDIK PADA MATA DIKLAT KEARSIPAN

Oleh
Luthfiani Ismawati
SMK Negeri 1 Tanah Grogot
Email : luthfi@smkn1tgt.sch.id

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan keaktifan peserta didik dalam mata pelajaran Kearsipan pada peserta didik kelas X Administrasi Perkantoran 1 SMK Negeri 1 Tanah Grogot melalui model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray.
Sumber data berasal dari guru dan peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui beberapa kegiatan berupa: (a) observasi, (b) wawancara, dan (c) analisis dokumen. Validitas data menggunakan teknik triangulasi data dan triangulasi metode. analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif komparatif dan analisis kritis. Prosedur penelitian meliputi tahap: (a) perencanaan tindakan, (b) pelaksanaan tindakan, (c) observasi dan interpretasi, dan (d) refleksi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray dapat meningkatkan keaktifan peserta didik. Keaktifan peserta didik meningkat sebanyak 25% dengan rincian pada Siklus 1 siswa yang aktif sebanyak 60% meningkat menjadi 85% pada siklus 2. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray dapat meningkatkan keaktifan peserta didik dalam mata pelajaran Kearsipan pada siswa kelas X Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Tanah Grogot.

Share this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *