Jurnal Ilmiah Pendidikan Humaniora Volume V, Nomor 2, Maret 2019

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING
DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN PKN PADA SISWA KELAS IV
SDN 012 BULUH RAMPAI TAHUN PELAJARAN 2017/2018

Oleh
Siti Alifah
SDN 012 Buluh Rampai
E-mail : alifahsiti02@gmail.com

ABSTRAK
Rendahnya hasil belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran PKn terdapat 13 orang siswa dibawah KKM (77) dari total 24 siswa pada SDN 012 Buluh Rampai pada tahun pelajaran 2016/2017 membuat peneliti menggunakan model pembelajaran problem based learning agar memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN 012 Buluh Rampai. Peneliti menggunakan model pembelajaran problem based learning di dalam kelas. Penelitian dilakukan pada bulan maret hingga april 2018,setelah dilakukan evaluasi UH-1 dan UH-2 hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan yaitu : prasiklus hanya 12 peserta didik yang mencapai KKM (77) atau 50%. Pada siklus 1 naik menjadi 17 orang siswa atau 70,83% dan pada siklus 2 juga meningkat menjadi 22 orang siswa atau 91,66%. Jadi bisa disimpulkan dengan penggunaan model pembelajaran problem based learning dapat memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar siswa. Diharapkan guru dapat menerapkan model pembelajaran problem based learning dalam proses pembelajaran.


PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS DENGAN
MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING SISWA
KELAS IV SDN 012 BULUH RAMPAI TAHUN AJARAN 2015/2016

Oleh
Sumilah
SDN 012 Buluh Rampai
E-mail :sumilah10@gmail.com

ABSTRAK
Penulis ingin mencoba untuk melakukan suatu penelitian yang berfokus pada penelitian tindakan kelas dengan tujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan semangat belajar siswa terhadap semua mata pelajaran di SD, khususnya mata pelajaran IPS. Penerapan model pembelajaran quantum teaching pada pembelajaran IPS di SDN 012 Buluh Rampai yang diadakan pada bulan Januari 2016, melalui Penelitian Tindakan Kelas ini diharapkan dapat menumbuhkan minat dan keaktifan belajar siswa serta menumbuhkan keberanian siswa untuk bertanya, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik, yang pada akhirnya tercapai prestasi belajar yang optimal. Pada awal pra siklus jumlah siswa yang mampu mencapai KKM hanya 8 orang (34,78%) dari 23 orang jumlah siswa di kelas, pada siklus 1 meningkat menjadi 15 orang (65,21%) dan pada siklus 2 naik lagi menjadi 20 orang(86,95%). Dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran quantum teaching dapat membantu meningkatkan hasil belajar siswa terutama pada mata pelajaran IPS.


UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKN KELAS V MENGGUNAKAN
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD SD NEGERI 002 PAYA RUMBAI
SEMESTER II TAHUN AJARAN 2016/2017

Oleh
Triyata
SD Negeri 002 Paya Rumbai
E-mail : triyata77@gmail.com

ABSTRAK
Rendahnya hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran PKn terdapat 11 orang siswa di bawah KKM (77) dari total 29 siswa pada SD Negeri 002 Paya Rumbai pada tahun pelajaran 2016/2017 membuat peneliti menggunakan metode STAD yang bertujuan agar memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 002 Paya Rumbai yang akan dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan dan 1 kali ulangan harian. Peneliti menggunakan metode STAD di dalam kelas. Setelah dilakukan evaluasi UH-1 dan UH-2 hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan yaitu:prasiklus hanya 11 peserta didik yang mencapai KKM (77) atau 38%. Pada siklus 1 naik menjadi 16 orang siswa atau 55 % dan pada siklus 2 juga meningkat menjadi 23 orang siswa atau 79%. Jadi bisa disimpulkan dengan penggunaan metode STAD dapat memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar siswa. Diharapkan guru dapat menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dalam proses pembelajaran.


PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEAD TOGETHER DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PKN
DI KELAS XI PEMASARAN SMK N I SOLOK SELATAN

Oleh
Laili Satriani
SMKN 1 Solok Selatan
E-mail: Lailis@gmail.com

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah Untuk meningkatkan aktivitas belajar PKn menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together di kelas XI Pemasaran 1 SMK N I Solok selatan. Untuk meningkatkan hasil belajar PKn menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together di kelas XI Pemasaran 1 SMK N I Solok selatan.Subyek penulisan ini adalah siswa kelas XI Pemasaran 1 SMKN Banjaragung SMK N I Solok selatan. Jumlah siswa adalah 25 siswa yang terdiri dari 14 siswa perempuan dan 11 siswalaki-laki.Teknik pengumpulan data yang dipergunakan dalam penulisan ini adalah teknik tes dan observasi. Penerapan model pembelajaran Numbered Head Together dapat meningkatkan aktivitas belajar PKn siswa kelas XI Pemasaran 1 SMK N I Solok selatan. Pada siklus I dengan jumlah siswa 25 siswa terdapat 19 orang siswa yang aktif dalam pembelajaran. Sedangkan terdapat 6 orang siswa yang Kurang Aktif dalam pembelajaran dengan persentase keaktifan siswa mencapai 76% siswa yang aktif. Pada siklus II terdapa 22 orang siswa yang aktif. Sedangkan hanya 3 orang siswa yang Kurang Aktif dalam pembelajaran. Persentase keaktifan siswa mencapai 88% siswa yang aktif dalam pembelajaran. Dari data tersebut terdapat peningkatan aktivitas pembelajaran dari setiap siklus.


MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INGGRIS DENGAN METODE PEMBELAJARAN NON-DIRECTIVE PADA SISWA KELAS IX-A SMP NEGERI 281 JAKARTA
TAHUN PELAJARAN 2016/2017

Oleh
Retno Mintarsih
SMP Negeri 281 Jakarta
E-mail: retno_mintarsih@gmail.com

ABSTRAK
Permasalahan Bagaiamana penerapan metode Non-Directive terhadap pelajaran Bahasa Inggris siswa SMP Negeri 281 Jakarta kelas IX-A tahun pelajaran 2016/2017 ? Bagaimana peningkatan prestasi belajar Bahasa Inggris siswa dengan diterapkannya metode Non-Directive pada siswa SMP Negeri 281 Jakarta kelas IX-A tahun pelajaran 2016/2017 ? Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui penerapan metode Non-Directive terhadap pelajaran Bahasa Inggris siswa SMP Negeri 281 Jakarta kelas IX-A tahun pelajaran 2016/2017. Untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar Bahasa Inggris siswa dengan diterapkannya metode Non-Directive pada siswa SMP Negeri 281 Jakarta Kelas IX-A tahun pelajaran 2016/2017.
Hasil penelitian ini Minat belajar siswa yang menggunakan metode Non Directive lebih tinggi karena saat itu siswa aktif bertanya dan antusias sehingga proses pembelajaran berlangsung kondusif, interaktif dan komunikatif. Hal tersebut dibuktikan dengan meningkatkanya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Inggris dengan presentase pada Pra-Siklus sebesar 52%, Siklus I sebesar 70%, Siklus II sebesar 94%.


MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYUSUN NARRATIVE TEXT MENGGUNAKAN SERIES OF PICTURES DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL KELAS VIII-E
SMP NEGERI 281 JAKARTA

Oleh
Tri Lestyowati
SMP Negeri 281 Jakarta
E-mail: tri_lestyowati@gmail.com

ABSTRAK
Permasalahan Bardasarkan latar belakang diatas, peneliti memformulasikan masalah sebagai berikut: Apakah penggunaan series of pictures dengan pendekatan kontekstual dapat meningkatkan kemampuan siswa kelas VIII-E SMPN 281 Jakarta dalam menyusun narrative text?. Tujuan penelitian ini Sesuai dengan rumusan permasalahan tersebut di atas, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas VIII-E SMPN 281 Jakarta dalam menyusun narrative text menggunakan series of picture dengan pendekatan kontekstual.
Hasil tes setiap tindakan. Pada tindakan pra siklus prosentase nilai rata-rata siswa diperoleh sebesar 45%. Hasil tindakan siklus I lebih baik atau meningkat dengan prosentase nilai rata-rata ketuntasan siswa sebesar 73%, Hasil tindakan siklus II lebih baik atau meningkat dengan prosentase nilai rata-rata ketuntasan siswa sebesar 91%.


PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN PKN KELAS V SD NEGERI 019
BUKIT MERANTI TAHUN PELAJARAN 2016/2017

Oleh
Supandi
SDN 019 Bukit Meranti
E-mail : supandi01@gmail.com

ABSTRAK
Dalam proses pembelajaran di sekolah sering mengalami hambatan, karena kurangnya media dan alat peraga. Seperti hasil pengamatan yang penulis lakukan pada siswa kelas V SD Negeri 019 Bukit Meranti, kemauan belajar siswa kurang, kurang tertarik dalam mengikuti pembelajaran, kurang menguasai materi pelajaran dan suka mencontek hasil kerja teman sekelas. Berdasarkan data hasil pelaksanaan perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan pada bulan januari 2017 di kelas VSD Negeri 019 Bukit Meranti Kabupaten Indragiri Hulu dengan menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD dapat disimpulkan sebagai berikut: Ketercapaian KKM siswa pada Siklus I sebanyak 19 siswa atau 63,33%. Pada Siklus II sebanyak 25 siswa mencapai KKM atau 83,33%. Dari kesimpulan di atas dapat dinyatakan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STADuntuk memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas V SD Negeri 019 Bukit Meranti telah berhasil dilaksanakan.


PEMBINAAN PEMBELAJARAN KOLABORASI SECARA INTENSIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGAJAR GURU MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI WILAYAH BINAAN KABUPATEN LUMAJANG TAHUN PELAJARAN 2017/2018

Oleh
Ghoniyul Khusnah
Pengawas SMP Kabupaten Lumajang
E-mail: ghoniyulkhusnah@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan potensi Guru Mapel Bahasa Indonesia dalam mengajar dengan diterapkannya model pembelajaran kolaborasi melalui pembinaan yang intensif di Wilayah Binaan Kabupaten Lumajang Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2017/2018. Penelitian Tindakan Sekolah ini dilakukan dalam 3 siklus dengan materi pembinaan penerapkan model pembelajaran kolaborasi. Data hasil penelitian berupa hasil pembinaan yang intensif terhadap penerapkan model pembelajaran kolaborasi dikumpulkan dengan menggunakan tes. Hasil penelitian berdasarkan analisis data tes menunjukkan terjadi peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, tingkat keberhasilan siklus I ada 2 (25%), siklus II 5 (63%) dan siklus III 7 (88%), yang disertai peningkatkan rata-rata keberhasilan tiap guru. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembimbingan yang intensif terhadap penerapkan model pembelajaran kolaborasi dapat meningkatan potensi Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dalam mengajar di SMP Wilayah Binaan Kabupaten Lumajang tahun pelajaran 2017/2018, serta model pembinaan yang intensif dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembinaan terhadap guru.


UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA MENULIS TEKS BERBENTUK PROCEDURE MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH DI KELAS VIII-D SMPN 281 JAKARTA

Oleh
Ngatriadi
SMPN 281 Jakarta
E-mail: ngatriadi@gmail.com

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini Meningkatkan kemampuan siswa untuk menyusun teks procedure. Mengembangkan strategi pembelajaran dan model pembelajaran yang efektif, efisien dan menyenangkan. Siswa dapat melibatkan diri secara aktif dalam kegiatan komunikasi dengan mengemukakan gagasan, pendapat dan perasaannya dengan sederhana secara tertulis.
Hasil tes setiap tindakan. Pada tindakan pra siklus prosentase nilai rata-rata siswa diperoleh sebesar 50%. Hasil tindakan siklus I lebih baik atau meningkat dengan prosentase nilai rata-rata ketuntasan siswa sebesar 78%, Hasil tindakan siklus II lebih baik atau meningkat dengan prosentase nilai rata-rata ketuntasan siswa sebesar 100%.


PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
TIPE LEARNING COMMUNITY DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN TENTANG PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN TINGKAT PUSAT DAN DAERAH
UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA

Oleh
Yelli Lafiani
SD Negeri 026 Sukajadi
E-mail : yellilafiani26@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian tindakan kelas berjudul Penerapan Model Pembelajaran Kontekstual Tipe Learning Community dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Tentang Peraturan Perundang-Undangan Tingkat Pusat Dan Daerah Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa TP 2017/2018.
Penelitian tindakan kelas dilaksanakan sebanyak 2 siklus dengan subjek penelitian 30 siswa yang terdiri atas 16 orang laki-laki dan 14 orang perempuan, serta berkolaborasi dengan teman sejawat guru kelas VA.
Hasil penelitian adalah sebagai berikut: Pertama, perbaikan/peningkatan kualitas pembelajaran pada siklus I sebesar 79,23 %, siklus II sebesar 85,38 % dan rata-rata sebesar 82,30 %, artinya perbaikan kualitas pembelajaran secara berkesinambungan dan berhasil. Kedua Ketuntasan hasil belajar setelah diberikan tindakan naik dari siklus I sebesar 38,71 %, siklus II sebesar 70,97 %, dan rata-rata sebesar 54,85 %. Rata-rata hasil belajar sebesar 68,48, siklus II sebesar 81,00 dan rata-rata kedua siklus 74,74 berhasil melampaui KKM = 75; artinya terjadi peningkatan hasil belajar siswa yang sangat bermakna.
Penelitian tindakan kelas ini menyimpulkan bahwa Penerapan Model Pembelajaran Kontekstual Tipe Learning Community Pendidikan Kewarganegaraan tentang Peraturan Perundang-Undangan Tingkat Pusat dan Daerah dapat memperbaiki serta meningkatkan kualitas pembelajaran, motivasi belajar dan hasil belajar siswa.

Share this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *