Jurnal Manajemen dan Teknologi Pendidikan Volume II, Nomor 5, Oktober 2016

PELAKSANAAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS PADA PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN PAI DI SMA NEGERI 1 KUARO

Oleh
Fathur Rahmah
SMA Negeri 1 Kuaro
E-mail : fathur_rahmah@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Pada Mata Pelajaran PAI di SMA Negeri 1 Kuaro, Sebagai tenaga profesional, para guru dituntut untuk melaksanakan pembaharuan atau perbaikan pembelajaran di kelas disamping tugas pokoknya yaitu mengajar dan membimbing siswa untuk dapat mengembangkan dirinya. Penelitian tindakan kelas merupakan salah satu solusi untuk permasalahan pembelajaran di kelas, namun belum banyak guru PAI yang melakukan PTK sebagai salah satu solusi pemecahan masalah pembelajaran dan untuk meningkatkan efektivitas belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan Pendidikan Agama Islamdi SMA Negeri 1 Kuaro, kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pembelajarannya, dan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan penelitian tindakan kelas pada mata pelajaran PAI di SMA Negeri 1 Kuaro. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Metode ini penulis dukung dengan teknik-teknik pengumpulan data yang meliputi observasi, dokumentasi dan wawancara. Dari pengumpulan data yang dilakukan, dan membandingkan antara satu metode dengan metode yang lainnya, maka penulis menemukan bahwa implementasi penelitian tindakan kelas pada mata pelajaran PAI yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kuaro meliputi 8 langkah. Yaitu: 1) ideawal, 2) prasurvey, 3) diagnosis, 4) perencanaan, 5) implementasi tindakan, 6) observasi, 7) refleksi, dan 8) penyusunan laporan. Berdasarkan pembandingan praktek yang dilakukan dengan teori yang didapat dari berbagai literatur, maka penelitian tindakan kelas yang dilakukan di SMA Negeri1 Kuaro termasuk penelitian yang berhasil.


GAMBARAN PEMBERIAN ARAK KONSENTRASI X, Y, Z TERHADAP HISTOPATOLOGI TINGKAT KERUSAKAN GINJAL TIKUS PUTIH GALUR WISTAR (RATTUS NOVERGICUS) JANTAN

Oleh
E. Devi Dwi Rianti
Staf Pengajar Biomedik dasar Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
Email : mbak.devi@gmail.com

Ayly Soekanto
Staf Pengajar Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Ida Ayu Galih Pertiwi
Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
E-mail : galihpertiwi07@gmail.com

ABSTRAK
Prevalensi peminum alkohol masih sangat tinggi dan masyarakat lebih banyak mengkonsumsi alkohol dengan jenis minuman tradisional (arak).Arak adalah merupakan jenis minuman beralkohol dan minuman keras yang biasanya diproduksi di negara-negara Asia Tenggara dan Asia Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pemberian arak konsentrasi x, y, z terhadap histopatologi tingkat keruskan ginjal tikus putih galur wistar (Rattus novergicus) jantan.Rumusan masalah, Apakah ada gambaran histopatologi tingkat kerusakan ginjal dari pemberian arak konsentrasi x, y, z pada tikus putih galur wistar (Rattus novergicus) jantan?. Metode yang digunakan merupakan eksperimental dengan pendekatan the post test only control group design. Subjek penelitian berupa tikus putih galur wistar jantan dengan berat 250 gram sebanyak 20 ekor dibagi dalam 4 kelompok, yaitu kelompok kontrol (P0) tanpa pemberian arak, kelompok 1 (P1) pemberian arak konsentasi X dan 1 ml per hari, kelompok 2 (P2) pemberian arak konsentrasi Y dan 1 ml perhari , kelompok 3 (P3) pemberian arak konsentrasi Z dan 1 ml perhari.pada hari 30 tikus dikorbankan dan dilakukan pembedahan untuk pengambilan organ ginjal. Kesimpulan dari data yang diperoleh adalah terdapat gambaran histopatologi tingkat kerusakan ginjal dari pemberian arak konsentrasi x, y, z terhadap tikus putih galur wistar (Rattus novergicus) jantan.


UPAYA MENINGKATKAN BELAJAR SISWA KELAS VIII CMTS ALI MAKSUM PADA MATERI PELAJARAN PEMFAKTORAN MELALUI METODE TUTOR SEBAYA TAHUN PELAJARAN 2016/2017

Oleh
Eko Teguh Edi
MTS Ali Maksum
E-mail:ekoteguhedi@gmail.com

ABSTRAK
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar siswa kelas VIII C MTS Ali Maksum pada materi pelajaran pemfaktoran melalui metode tutor sebaya. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research), adapun langkah-langkah dalam penelitian ini yaitu, perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting). Penelitian ini dilaksanakan di MTS Ali Maksum semester ganjil tahun ajaran 2016/2017. Subjek penelitian dalam hal ini adalah siswa kelas VIII C MTS Ali Maksum, dengan jumlah siswa 36 orang.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui metode tutor sebaya dapat meingkatkan belajar siswa. Hal ini ditunjukan dengan peningkatan hasil belajar siswa. Pada siklus I nilai rata-rata siswa sebesar 66.44 dengan persentase ketuntasan sebesar 39%. Pada siklus II nilai rata-rata sebesar 75.25 dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 75%.


UPAYA MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 KUARO DALAM MENGIKUTI PEMBELAJARAN PENJASORKES MELALUI REINFORCEMENT (PENGUATAN)

Oleh
Syamsuddin Liwangka
SMA Negeri 1 Kuaro
E-mail : liwangka@yahoo.com

ABSTRAK
Permasalahan dalam penelitian ini adalah kurangnya tingkat edisiplinan siswa kelas X D SMA Negeri 1 Kuarodalam mengikuti pembelajaran penjasorkes. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan siswa kelas X D dalam mengikuti pembelajaran penjasorkes melalui reinforcement (penguatan). Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang berlangsung dua siklus, setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Subyek penelitian adalah siswa kelas X D SMA Negeri 1 Kuaroyang berjumlah 32 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara kepada guru.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas X D mengalami peningkatan kedisiplinan secara signifikan setelah diberi tindakan oleh guru kolaborator. Pada siklus I pertemuan pertama tingkat kedisiplinan hanya 35,9%, kemudian pada siklus I pertemuan kedua kedisiplinan berada di 67,1%. Setelah siklus I berakhir ternyata kedisiplinan belum memenuhi KKM. Penelitian dikatakan berhasil jika tingkat kedisiplinan sudah berada pada 80%. Dilanjutkan pada siklus II pertemuan pertama, kedisiplinan sudah mencapai angka 71,8%. Kemudian pada siklus II pertemuan kedua kedisiplinan mencapai 85,%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kedisiplinan siswa dalam mengikuti pembelajaran penjasorkes dapat ditingkatkan melalui reinforcement (penguatan).


PENGARUH MOTIVASI, KOMPENSASI, DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT CAHAYA WIDAYA JAKARTA

Oleh
Agnes Widya Fridawati
Staf Pengajar Fakultas Ekomoni Manajemen Universitas Pamulang
E-mail : fridawati.widya@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh motivasi, kompensasi, dan disiplin kerja, terhadap kinerja karyawan pada PT Cahaya Widayaka Jakarta. Selain itu, penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, dan teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah dengan menggunakan sistem sensus, di mana seluruh populasi akan digunakan sebagai sampel. Total pegawai yang ada sebanyak 93 orang, dimana 30 orang telah dilakukan ujicoba kuesioner untuk mengetahui kevaliditasan dan reliabilitas dari data kuesioner tersebut. Sedangakan 63 orang lagi digunakan untuk analisis data selanjutnya seperti uji asumsi klasik, uji regresi linear berganda, uji t, uji F dan determinasi untuk menguji hipotesis. Data yang diperoleh merupakan data primer yang diperoleh langsung dari sumbernya dan data sekunder yang diperoleh dari internet guna melengkapi data, dengan model yang digunakan adalah model survey atau dengan kata lain, melakukan penelitian dengan memperoleh data dengan pengisian kuesioner kepada 63 orang responden.
Hasil dari uji t didapatkan bahwa t hitung variabel motivasi (X1) sebesar = 3,846 > t tabel = 1,999 atau nilai sig = 0,000 < 0,05. Hal ini dapat disimpulkan berarti, variabel motivasi (X1) berpengaruh signifikan terhadap variabel kinerja karyawan (Y).Hasil t hitung variabel kompensasi (X2) sebesar 2,594 > t tabel 1,999 atau nilai sig = 0,012 < 0.05. Hal ini dapat disimpulkan berarti, variabel kompensasi (X2) berpengaruh signifikan terhadap variabel kinerja karyawan (Y). Hasil t hitung variabel disiplin kerja (X3) sebesar 2,082 > t tabel 1,999 atau nilai sig = 0,042 < 0,05. Hal ini dapat disimpulkan berarti, variabel disiplin kerja (X3) berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (Y).Hasil dari perhitungan dengan menggunakan uji F dihasilkan bahwa nilai F hitung = 22,677 > dari F tabel = 2,76.Hal ini dapat disimpulkan, bahwa model regresi dalam penelitian ini, mampu menguji variabel motivasi (X1), kompensasi (X2), dan disiplin kerja (X3), terhadap variabel kinerja karyawan.


MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN INKUIRI TERBIMBING DENGAN KOOPERATIF TIPE TPS (THINK-PAIR-SHARE) PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 MANYAR

Oleh
Senadi
SMA Negeri 1 Manyar
E-mail : senadi1209@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas X SMANegeri 1 Manyar melalui pendekatanInkuiri terbimbing dengan kooperatif tipe TPS (Think-Pair-Share). Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi kelas X MIPA-6tahun ajaran 2015-2016 yang berjumlah 34 siswa. Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK), tiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian dilakukan dengan dua kali siklus, pada pokok bahasan peluang.
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan memberikan tes hasil belajar berdasarkan kuis disetiap akhir pertemuan dan postes pada setiap siklus. Aktivitas siswa dan guru selama proses pembelajaran berlangsung menggunakan lembar pengamatan. Sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif.
Hasil Penelitian menunjukkan melalui pendekataninkuiri terbimbing dengan kooperatif tipe TPS dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa terjadi peningkatan dengan ketuntasan belajar siswa pada siklus I 86,66% dan mengalami peningkatan pada siklus II 96,66%. Aktivitas siswa meningkat dari 73%, 78%, 86% hingga 92% peningkatan aktivitas guru pada siklus I 18,6 dengan kategori cukup dan pada siklus II 24,1 dengan kategori sempurna. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan inkuiri terbimbing dengan kooperatif tipe TPS (Think-Pair-Share) dapat meningkatkan hasil belajar siswa.


PENINGKATAN KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH DALAM KEGIATAN SUPERVISI AKADEMIK MELALUI PENERAPAN PENDAMPINGAN PADA GUGUS SEKOLAH I DAN III DI KECAMATAN MOJOROTO KOTA KEDIRI

Oleh
Aluh
E-mail : aluh@gmail.com

ABSTRAK
Pendampingan dari pengawas dirasa sangatlah tepat untuk mengatasi kesulitan atau permasalahan yang dihadapi para kepala sekolah dalam pelaksanaan rangkaian kegiatan supervisi. Kesulitan ini apabila dibiarkan terus-menerus akan mengakibatkan kegiatan supervisi akademik yang harus dilakukan kepala sekolah demi peningkatan kualitas pembelajaran yang berdampak pada hasil belajar siswa, hanya sebatas ilmu kira-kira saja, tanpa adanya proses dan penilaian yang obyektif. Dalam penerapan pendampingan akan diperoleh beberapa permasalahan diantaranya: 1). bagaimanakah penerapan pendampingan dapat meningkatkan kompetensi kepala sekolah dalam kegiatan supervisi akademik pada lembaga binaan di Kecamatan Mojoroto? 2). bagaimanakah persepsi kepala sekolah dalam pelaksanaan pendampingan untuk meningkatkan kompetensi supervisi akademik? 3). apakah penerapan pendampingan dapat menambah wawasan pengawas sekolah dalam penelitian?
Penelitian ini bertujuan untuk : 1). meningkatkan kompetensi kepala sekolah dalam kegiatan supervisi akademik melaui penerapan pendampingan. 2). mengetahui persepsi kepala sekolah terhadap pelaksanaan penerapan pendampingan yang dilakukan pengawas pada kepala sekolah dalam peningkatan kegiatan supervisi akademik. 3). menambah wawasan pengawas sekolah terhadap penerapan pendam-pingan dalam penelitian tindakan sekolah.
Melalui penelitian tindakan sekolah yang dilakukan selama 3 siklus, dan masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi atau pengamatan, dan refleksi dapat disimpulkan bahwa penerapan pendampingan mampu mening-katkan kompetensi kepala sekolah dalam kegiatan supervisi akademik pada Gugus Sekolah I dan III di Kecamatan Mojoroto.


PENGARUH ORIENTASI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN KINERJA GURU TERHADAP MUTU PENDIDIKAN PADA SD NEGERI TANJUNG 2

Oleh
Majeri
SD Negeri Tanjung 2
E-mail : majri34@yahoo.co.id

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Orientasi Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kinerja Guru Terhadap Mutu Pendidikan pada SD Negeri Tanjung 2. Hipotesis dalam penelitian ini adalah Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kinerja Guru secara simultan dan parsial berpengaruh signifikan terhadap Mutu Pendidikan pada SD Negeri Tanjung 2 dan variabel Kinerja Guru mempunyai pengaruh dominan terhadap Mutu Pendidikan pada SD Negeri Tanjung 2.
Unit analisis dalam penelitian ini adalah para guru. Sampel diambil berdasarkan sensus sampling yaitu pengambilan sampel dengan mengambil seluruh jumlah populasi, selanjutnya menjadi responden penelitian. Sampel penelitian sebanyak 12 guru. Metode pengumpulan data dengan kuesioner dengan menggunakan skala likert sebagai alat ukurnya. Data dianalisis dengan menggunakan Regresi linier berganda dengan bantuan SPSS 17.0.
Hasil analisis data menunjukkan bahwa secara simultan Orientasi kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kinerja guru berpengaruh signifikan terhadap Mutu pendidikan. Konstribusi pengaruh Orientasi kepemimpinan Kepala Sekolah dan Kinerja guru terhadap mutu sekolah sebesar 47.0%, sedangkan sebesar 53.0% mutu sekolah dipengaruhi oleh variabel selain orientasi kepemimpinan Kepala Sekolah dan kinerja guru pada SD Negeri Tanjung 2.
Hasil analisis data juga menunjukkan bahwa secara parsial orientasi kepemimpinan Kepala Sekolah dan kinerja guru berpengaruh signifikan positif terhadap Mutu pendidikan SD Negeri Tanjung 2. Hasil analisis dengan menggunakan Uji t maupun koefisien korelasi parsial diketahui bahwa kinerja guru mempunyai pengaruh dominan terhadap Mutu pendidikan SD Negeri Tanjung 2.


PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM MENGELOLA PEMBELAJARAN MELALUI KUNJUNGAN KELAS PADA GURU KELAS SD NENGERI KEPADANGAN II KECAMATAN TULANGAN KABUPATEN SIDOARJO TAHUN PELAJARAN 2015/2016

Oleh
Erlita
SD Negeri Kepadangan II
E-mail : erlita_tawan@yahoo.com

ABSTRAK
Banyak guru yang masih kurang mampu dalam mebuat rencana pembelajaran, dan pada pelaksanaan pembelajaran kadang tidak sesuai dengan RPP dan siswa kurang aktif. Penyebabnya adalah pembelajaran menjadi kurang efektif karena hanya cenderung mengedepankan aspek intelektual dan mengesampingkan aspek pembentukan karakter. Tujuan penelitian ini adalah untuk menolong guru dalam mengatasi masalah di dalam kelas melalui Kunjungan kelas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Sekolah dengan metode Deskriftif Kuantitatif. Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian aspek kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran yang dilakukan dalam 2 (dua) siklus, dapat disimpulkanbahwa. Melalui Kunjungan Kelas Dapat Meningkatkan Kompetensi Guru dalam Mengelola Pembelajaran pada Guru Kelas di SD Negeri Kepadangan II Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo Tahun Pelajaran 2015/2016, dengan nilai rata-rata siklus I = 58,2 dan siklus II = 89,6 yang mengandung arti mengalami peningkatan dari deskripsi “Cukup” menjadi “Baik Sekali.


UPAYA PENINGKATAN PELAKSANAAN SHOLAT FARDHU MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA SISWA KELAS V SD NEGERI KEJAWAN KECAMATAN GRUJUGAN
SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2015 – 2016

Oleh
Siti Aisyah
SD Negeri Kejawan
E-mail : sitiaisyah@gmail.com

ABSTRAK
Tujuan dari penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui secara pasti apakah metode demonstrasi dan diskusi lebih efektif dibandingkan metode-metode lain dalam menyampaikan sholat. Apabila poin nomor (1) itu benar, maka bisa menjadi acuan atau masukan untuk guru PAI dalam menyampaikan materi sholat. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan di Kelas V Semester II Tahun pelajaran 2015–2016 di SD Negeri Kejawan Kec. Grujugan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, penerapan metode demonstrasi terhadap kemampuan melakukan sholat,perlu dilakukan secara baik dan berulang-ulang, agar bisa mencapai hasil dalam melaksanakan sholat. Semakin banyak methode demonstrasi yang dilakukan, semakin baik dan benar dalam menjalankan sholat. Hasil tes awal pada pelaksanaan siklus pertama dibandingkan dengan hasil akhir pada pelaksanaan siklus kedua untuk praktek sholat lebih baik dan ada peningkatan terhadap kemampuan melakukan sholat secara keseluruhan.


PENERAPAN PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR FISIKA DI KELAS XI SMA NEGERI 6 SURABAYA

Oleh
Samsul Arifin
SMA Negeri 6 Surabaya
E-mail : camsul63@gmail.com

ABSTRAK
Sebagai tenaga profesional seorang guru harus berupaya untuk meningkatkan mutu pendidikan, serta kualitas pembelajaran.Hal inilah yang melatarbelakangi peneliti untuk melakukan penelitian. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : (1) Bagaimana penerapan pembelajaran berdasarkan masalah (problem based learning) dalam meningkatkan hasil belajar fisika di kelas XI SMA Negeri 6 Surabaya? dan (2) Apakah penerapan pembelajaran berdasarkan masalah (problem based learning) efektif dalam meningkatkan hasil belajar fisika di kelas XI SMA Negeri 6 Surabaya?
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan Pembelajaran Berdasarkan Masalah (Problem Based Learning) dipadukan dengan pembelajaran kooperatif.Subjek penelitian adalah siswa kelas XI MAT & SAINS-2 SMA Negeri 6 Surabayadengan jumlah 40 siswa. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan dengan dua kali siklus (putaran) yang setiap siklus terdiri dari : perencanaan, pengamatan, refleksi, dan revisi, untuk mencerminkan ketuntasan belajar siswaterhadap pembelajaran, menentukan penilaian keterampilan kooperatif siswa, pengelolaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru serta respon siswa.
Hasil analisis dengan penerapan pembelajaran berdasarkan masalah (problem based learning)menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar, yaitu ketuntasan belajar dari siklus I dan II, dapat ditunjukkan dari rata-rata nilai tes masing-masing siklus yang mengalami peningkatan. Pada siklus I rata-rata nilai tes siswa mencapai 75,25; sedangkan pada siklus II nilai rata-rata siswa mencapai 79,19. Pada siklus I ketuntasan belajar secara klasikal mencapai 75% dan pada siklus II mencapai ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 87,5%.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan pembelajaran berdasarkan masalah (problem based learning)dapat meningkatkan hasil belajar fisika siswa. Penerapan pembelajaran berdasarkan masalah (problem based learning) sangat efektif dalam meningkatkan hasil belajar fisika terlihat dari hasil tes siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II.


MENINGKATKAN CARA MENANGGULANGI SISWA YANG MELANGGAR TATA TERTIB SEKOLAH MELALUI TINDAKAN KONSELING KELOMPOK PADA SISWA KELAS IXC SMP NEGERI 1 PASIR PENYU SEMESTER 1 TAHUN AJARAN 2013/2014

Oleh
Almas
SMP Negeri 1 Pasir Penyu
E-mail : almas@gmail.com

ABSTRAK
Jenis penelitian ini adalah termasuk Penelitian Tindakan Kelas atau PTK. Tujuan PTK adalah untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas kedisiplinan siswa, sehingga meningkatkan mutu hasil intruksional, mengembangkan keterampilan guru, meningkatkan relevansi, meningkatkan efisiensi, pengelolaan intruksional serta menumbuhkan budaya meneliti pada komunitas guru. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Pasir Penyu Kabupaten Indragiri Hulu, subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas IX C. Tujuan dari penelitian tindakan kelas ini adalah mengetahui angkah-langkah yang dilakukan untuk mengurangi pelanggaran tata tertib sekolah yang dilakukan siswa kelas IX C SMP Negeri 1 Pasir Penyu Kabupaten Inderagiri Hulu dengan cara konseling kelompok dan mengetahui besarnya penurunan angka pelanggaran tata tertib sekolah yang dilakukan siswa kelas IX C SMP Negeri 1 Pasir Penyu Kabupaten Inderagiri Hulu yang dapat dicapai dengan cara konseling kelompok.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diketahui terjadi pengurangan rata-rata frekuensi tindak kenakalan remaja pada siswa, dimana sebelum dilaksanakannya penelitian sebesar 4,4 (atau 4) kejadian per bulan, pada siklus I turun menjadi 0,7 (atau 1) kejadian per bulan, dan pada siklus II menjadi 1 kejadian per bulan.

Share this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *