Jurnal Mitra Guru Volume III, Nomor 5, Oktober 2017

UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATA DIKLAT AKUNTANSI KEUANGAN MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF GROUP INVESTIGATION
SMK NEGERI 1 TANAH GROGOT

Oleh
Widi Rumpakawati
SMK Negeri 1 Tanah Grogot
Email : widi rumpakawati@gmail.com

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan pembelajaran kooperatif model Group Investigation dalam meningkatkan prestasi belajar mata diklat akuntansi keuangan pada siswa SMK Negeri 1 Tanah Grogot. Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti adalah a) Observasi, b) Wawancara, dan c) Tes. Prosedur penelitian meliputi tahap : (1) Identifikasi masalah, (2) Persiapan Penelitian, (3) Perencanaan tindakan, (4) Implementasi tindakan dan (5) Penyusunan laporan. Proses penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari empat tahap, yakni: (a) Perencanaan tindakan, (b) Pelaksanaan tindakan, (c) Observasi dan interpretasi dan (d) Analisis dan refleksi.
Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan prestasi belajar mata diklat akuntansi keuangan melalui penerapan model pembelajaran kooperatif Group Investigation. Hal ini dapat dilihat dari adanya peningkatan keaktifan siswa pada saat pembelajaran sebesar 16,32% yaitu dari 25 siswa atau sebesar 65,26% pada siklus pertama menjadi 31 siswa atau sebesar 81,58% pada siklus kedua, adanya peningkatan ketrampilan kerjasama siswa dengan kelompoknya sebesar 8,95% yaitu dari 26 siswa atau 67,37% pada siklus pertama menjadi 29 siswa atau 76,32% pada siklus kedua dan adanya peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa sebesar 15,79% yaitu dari 26 siswa atau 68,42% pada siklus pertama menjadi 32 siswa atau 84,21% pada siklus kedua.


EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL MODEL PENGAJARAN BERBASIS MASALAH DALAM MENINGKATKAN PRESTASI DAN PENGUASAAN MATERI PELAJARAN PKN
SMA NEGERI 1 LONG KALI

Oleh
Tintin Setyowati
SMK Negeri 1 Long Kali
Email : tintinsetyowati155@gmail.com

ABSTRAK
Untuk bisa mempelajari sesuatu dengan baik, kita perlu mendengar, melihat, mengajukan pertanyaan tentangnya, dan membahasnya dengan orang lain. Bukan hanya itu, siswa perlu “mengerjakannya”, yakni menggambarkan sesuatu dengan cara mereka sendiri, menunjukkan contohnya, mencoba mempraktikkan keterampilan dan mengerjakan tugas yang menuntut pengetahuan yang telah mereka dapatkan. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan revisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas X.2 SMA Negeri 1 Long Kali. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar.
Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (64,29%), siklus II (75,00%), siklus III (89,29%). Simpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran kontekstual berbasis masalah dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa SMA Negeri 1 Long Kali serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative pembelajaran PKN.


PENERAPAN METODE QUANTUM LEARNING DENGAN LEARNING STYLE VAK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMA NEGERI 2 LONG IKIS PASER

Oleh
Sugeng Harianto
SMA Negeri 2 Long Ikis Paser
Email : sugengh182@gmail.com

ABSTRAK
Kebiasaan guru menggunakan metode ceramah dalam pemebelajaran geografi di SMAN 2 Long Ikis Kabupaten Paser menjadi cepat bosan dan monoton. Salah satu dampaknya yaitu hasil belajar siswa tidak mencapai KKM. Maka salah satu metode pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan tidak membuat siswa bosan dalam pembelajaran geografi adalah dengan menggunakan metode Quantum Learning dengan learning style VAK (Visual, Auditory, dan Khinestetik). Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan metode Quantum Learning dengan learning style VAK (Visual, Auditory, dan Khinestetik) yang meliputi hasil tes, kerjasama kelompok dan hasil presentasi. Analisis data terdiri dari dua yaitu : data kuantitatif dengan prosentase dan data kualitatif untuk merefleksi kegiatan pelaksanaan tindakan. Hasil penelitian terhadap hasil belajar siswa dengan menggunakan metode Quantum Learning dengan learning style VAK (Visual, Auditorial, dan Khinestetik) pada mata pelajaran geografi diperoleh data sebagai berikut yaitu : (1) Meningkatnya hasil tes, kerjasama kelompok dan presentasi pada setiap tindakan. (2) Meningkatnya nilai rata-rata hasil belajar siswa. Sebelum tindakan yaitu sebesar 67,61. Pada tindakan kedua mengalami peningkatan yaitu memperoleh nilai sebesar 85,21 dengan nilai terendah 80,67 dan nilai tertinggi 89,33. Pada tindakan ketiga memperoleh nilai sebesar 89,26 dengan nilai terendah 85 dan nilai tertinggi 94,33.


MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL GI (GROUP INVESTIGATION) PADA SISWA
SMAN 1 LONG KALI

Oleh
Parno
SMA Negeri 1 Long Kali
Email : parnosman2lks@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian ini berdasarkan permasalahan: (a) Apakah pembelajaran kooperatif model GI berpengaruh terhadap hasil belajar ilmu pengetahuan sosial? (b) Seberapa tinggi tingkat penguasaan materi pelajaran Pendidikan Kewarganegaraandengan diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model GI?. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Untuk mengungkap pengaruh pembelajaran kooperatif model GI terhadap hasil belajar ilmu pengetahuan sosial. (b) Ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif model GI. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan revisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas XII.IPA SMAN 1 Long Kali. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (60,71%), siklus II (75,00%), siklus III (89,29%). Simpulan dari penelitian ini adalah metode kooperatif model GI dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa Kelas XII.IPA,serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative Pendidikan Kewarganegaraan.


MENINGKATKAN PENGUASAAN ENGLISH VOCABULARY
MELALUI LAGU PADA SISWA KELAS X TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN

Oleh
Siti Nur
SMK Negeri 1 Tanah Grogot
Email : syarifsirinur@gmail.com

ABSTRAK
Lagu merupakan sebuah teks yang dinyanyikan. Mereka yang mendengarkan lagu bisa merasa sedih, senang, bersemangat, dan perasaan emosi lain karena efek dari lagu yang begitu menyentuh. Selain itu, lagu mampu menyediakan sarana ucapan yang secara tidak sadar disimpan dalam memori di otak. Keadaan ini yang justru menjadikan proses pembelajaran menjadi tidak kaku, dan terkesan dikondisikan, yang kadang dalam beberapa hal tidak disenangi oleh siswa. Melihat keuntungan tersebut, lagu memberikan keuntungan tersendiri bagi pengajaran kosakata, sehingga hasilnya dianggap lebih efektif. Hampir semua orang senang dengan lagu karena lagu mempunyai karakteristik menyenangkan dan mewakili banyak orang karena variasi jenis lagu yang begitu banyak. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah “nyanyian/lagu” dapat meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris siswa kelas X Teknik Komputer dan Jaringan 2 (X TKJ 2)?. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah Memperbaiki dan meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris siswa kelas X TKJ 2 SMK Negeri 1 Tanah Grogot, Menciptakan proses pembelajaran yang berhubungan dengan penguasaan kosakata lebih efektif dan menyenangkan, dan meningkatkan motivasi dan tingkat kepercayaan diri siswa dalam menghasilkan bahasa Inggris baik secara lisan dan tertulis.
Penelitian ini bertempat di SMK Negeri 1 Tanah Grogot, pada kelas X TKJ 2. Kelas ini dipilih berdasarkan hasil performance speaking pada semester ganjil 2015/2016. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas X Teknik Komputer dan Jaringan 2 dengan jumlah 31 orang. Terdapat peningkatan yang cukup signifikan terhadap penguasaan kosakata dan keterampilan berbicara yaitu hasil siklus I yang lebih baik dari tahap pra-tindakan dan hasil siklus II yang lebih baik dari siklus I. sedangkan dari hasil wawancara pada seluruh siswa menunjukkan bahwa siswa senang dan mudah dalam menghapal kosakata melalui lagu.


PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING
UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS IV-B
SD NEGERI 016 BULUH KASAP DUMAI

Oleh
Abdul Kadir
SD Negeri 016 Buluh Kasap Kecamatan Dumai Timur Kota Dumai
Email : ak9568575@gmail.com

ABSTRAK
Model pembelajaran Snowball Throwing merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang menekankan kepada sistem pembelajaran berkelompok. Model pembelajaran Snowball Throwing melatih siswa untuk lebih tanggap menerima pesan dari orang lain dan menyampaikan pesan kepada teman satu kelompoknya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penerapan model pembelajaran Snowball Throwing untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas IV-B SD Negeri 016 Buluh Kasap. Desain penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari empat tahapan pada setiap siklusnya, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.
Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus semester ganjil tahun 2016. Hasil refleksi siklus I menunjukkan aktivitas guru sudah baik dan untuk aktivitas siswa sudah bisa dikategorikan baik namun masih terdapat beberapa hal yang harus ditingkatkan, yaitu keterlibatan siswa di dalam kelas, keaktifan siswa dalam berdiskusi. Untuk siklus II aktivitas guru dan siswa mengalami peningkatan dan sudah mulai baik dari sebelumnya.
Hasil analisis data dan pembahasan hasil belajar siswa pada siklus I menunjukkan bahwa terjadi peningkatan secara individu dimana dari jumlah siswa yang tuntas pada skor dasar sebanyak 7 siswa dengan persentase (35%) dan nilai rata-rata 68,5 meningkat pada siklus I menjadi 15 siswa dengan persentase (75%) dan nilai rata-rata 77. Pada siklus II meningkat menjadi 18 siswa dengan persentase (90%) dan nilai rata-rata 85 sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Snowball Throwing dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas IV-B SD Negeri 016 Buluh Kasap.


PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE INDEX CARD MATCH
UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PKn SISWA KELAS VI-C
SD NEGERI 017 PURNAMA DUMAI

Oleh
Asnawati Warisan
SD Negeri 017 Purnama Kecamatan Dumai Barat Kota Dumai
Email : asnawatiwarisan555@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar PKn siswa kelas VI-C SD Negeri 017 Purnama dengan menggunakan pembelajaran kooperatig tipe Index Card Match. Waktu pelaksanaan penelitian adalah pada semester genap tahun pelajaran 2015/2016. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI-C SD Negeri 017 Purnama Kecamatan Dumai Barat Kota Dumai yang berjumlah 20 orang siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan observasi. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif. Penelitian ini dikatakan berhasil apabila siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi di dalam belajar PKn dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Index Card Match mencapai 75%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif tipe Index Card Match dapat meningkatkan motivasi belajar PKn siswa kelas VI-C SD Negeri 017 Purnama. Jumlah motivasi belajar secara kasikal pada siklus I adalah 81 dengan rata – rata 67,5%; pada siklus II jumlah motivasi berlajar siswa meningkat menjadi 99 dengan rata – rata 82,5%. Meningkatnya motivasi belajar siswa pada siklus II dibandingkan pada siklus I menunjukkan bahwa perbaikan pembelajaran yang dibawakan dapat memecahkan permasalahan yang dihadapi. Artinya, perencanaan pembelajaran yang dibuat sesuai untuk mengatasi permasalahan rendahnya motivasi belajar siswa yang terjadi di dalam kelas selama ini.


PENERAPAN METODE ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATERI MENIRUKAN DIALOG DRAMA ANAK SISWA KELAS III-C SD NEGERI 016 BULUH KASAP DUMAI

Oleh
Elinar
SD Negeri 016 Buluh Kasap Kecamatan Dumai Timur Kota Dumai
Email : elinarelinar1@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar menirukan dialog drama anak pada siswa kelas III-C SD Negeri 016 Buluh Kasap Kecamatan Dumai Timur Kota Dumai setelah diterapkannya metode pembelajaran Role Playing pada tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini dilakukan pada semester genap bulan April tahun 2017 dengan metode penelitian tindakan kelas yang dilakukan di kelas III-C SD Negeri 016 Buluh Kasap Kecamatan Dumai Timur Kota Dumai tahun pelajaran 2016/2017 dengan jumlah siswa sebanyak 22 orang siswa. Tindakan yang dilakukan dengan menerapkan metode Role Playing. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan.
Berdasarkan hasil yang diperoleh selama pelaksanaan penelitian tindakan kelas, dapat dijelaskan bahwa persentase ketuntasan belajar klasikal pada siklus I sebesar 50% dengan nilai rata-rata kelas sebesar 70,08. Pada siklus II terjadi peningkatan hasil belajar siswa. Pada siklus II terdapat 20 dari 22 siswa siswa yang tuntas belajar. Persentase ketuntasan belajar klasikal pada siklus II sebesar 90,91% dengan nilai rata-rata kelas 80,30. Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran role playing dapat meningkatkan hasil pembelajaran menirukan dialog drama anak di kelas III-C SD Negeri 016 Buluh Kasap Kecamatan Dumai Timur Kota Dumai tahun pelajaran 2016/2017.


PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI DI KELAS X SMA NEGERI 1 MANYAR

Oleh
Ali Tamam
SMA Negeri 1 Manyar Gresik
E-mail : alitamamgeo@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penerapan model discovery learning dalam meningkatkan aktivitas dan kreativitas siswa pada pembelajaran Geografi di kelas X SMA Negeri 1 Manyar, (2) mendeskripsikan penerapan model discovery learning dalam meningkatkan hasil belajar Geografi di kelas X SMA Negeri 1 Manyar. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan sebanyak tiga siklus, tiap siklus dilaksanakan dengan dua kali pertemuan terdiri dari prasiklus, tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian siswa kelas X IPS-2 berjumlah 32 siswa tahun pelajaran 2016/2017.
Data dari hasil observasi dan tes formatif disetiap siklus menjadi dasar atau bahan perbaikan pada siklus berikutnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: terdapat peningkatan aktivitas belajar dan kreativitas belajar siswa yang terlihat dari meningkatnya hasil belajar siswa disetiap siklus setelah penggunaan model discovery learning pada pembelajaran Geografi.


UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN KOLASE PADA ANAK KELAS A DI TK AISYIYAH BUSTANUL ATHFAL (ABA) VI KOTA KEDIRI

Oleh
Ruswati
TK Aisyiyah Bustanul Afhal
Email : ruswati@gmail.com

ABSTRAK
Berdasarkan hasil observasi kelas A TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) VI Kota Kediri, dapat diketahui bahwa anak mengalami kesulitan dalam pengembangan kemampuan motorik halus melalui kegiatan kolase. Hal ini disebabkan oleh pembelajaran guru yang monoton, guru hanya mengajarkan anak mewarnai dan menggambar sehingga anak kurang termotivasi. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah : (1) Mengetahui proses pelaksanaan pembelajaran kolase ampas kelapa pada anak kelompok A di TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) VI Kota Kediri. (2) Mengetahui kemampuan motorik halus anak kelompok A di TK Aisyiyah Bustanul Athfal ABA VI Kota Kediri melalui kegiatan kolase. Subjek penelitian adalah anak kelas A di TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) VI Kota Kediri sebanyak 15 anak. 10 anak laki-laki dan 5 anak perempuan. Pelaksanaan PTK sebanyak 2 siklus, 1 siklus 1 kali pertemuan. Setiap tindakan meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Adapun data dari penelitian berupa nilai capaian pengembangan anak berdasarkan aspek kemampuan, minat, ketepatan dan kerapian dalam kegiatan kolase.
Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober semester I tahun pelajaran 2017/2018. Hasil penelitian pada kegiatan kolase selama 2 siklus mengalami peningkatan. Pada siklus I % ketercapaian anak dalam kegiatan kolase adalah 67% dan pada siklus II kemampuan anak naik menjadi 80%. Dapat disimpulkan bahwa perbaikan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan kolase yang dilakukan peneliti berhasil dengan baik.

Share this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *