Jurnal Mitra Pendidikan Volume IV, Nomor 4, Oktober 2017

MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENERAPKAN STRATEGI BELAJAR PQ4R MELALUI FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) PADA SEKOLAH BINAAN DI KABUPATEN LAMONGAN

Oleh
Khamim
Pengawas SMA Cabang Dinas Pendidikan
Wilayah Kabupaten Lamongan Provinsi Jawa Timur
Email: kham_baid@yahoo.com

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru di SMA binaan dalam menerapkan strategi belajar PQ4R melalui teknik Focus Group Discussion (FGD). Rancangan penelitian menggunakan sistem siklus dan direncanakan sebanyak 3 siklus yang setiap siklusnya terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan, refleksi, dan revisi. Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2016/2017 di SMA binaan, yaitu SMAN 1 Kembangbahu, SMAN 1 Paciran, SMAN 1 Bluluk, SMA Muhammadiyah 1 Babat, dan SMA Wachid Hasyim Maduran kabupaten Lamongan. Analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif penskoran dan persentase.
Berdasarkan analisis data yang diperoleh adalah sebagai berikut : (1) Kemampuan para guru Fisika kelas X di 5 SMA binaan dalam menerapkan strategi pembelajaran PQ4R telah berhasil ditingkatkan melalui Focus Group Discussion (FGD), (2) Peningkatan kemampuan guru-guru didukung adanya data bahwa: Pada penelitian siklus I, siklus II, dan siklus III terus mengalami kenaikan predukat dari “kurang” menjadi “cukup”, dan “baik”. (3) Kenaikan kemampuan para guru juga dapat dilihat dari adanya kenaikan persentase ketercapaian dari setiap siklus.
Berdasarkan hasil temuan di atas, penggunaan teknik FGD untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran PQ4R agar terus terus dilakukan.


PENINGKATAN KINERJA GURU MELALUI SUPERVISI EDUKATIF KOLABORATIF SECARA PERIODIK DI SD NEGERI 1 JIKEN BLORA SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2017/2018

Oleh
Sugiarto
Kepala SD Negeri 1 Jiken Blora
Email : sugiartospd12345@gmail.com

ABSTRAK
Dalam upaya meningkatkan kinerja sekolah dan guru, kepala sekolah diharapkan melakukan supervisi untuk peningkatan kinerja guru. Hasil supervisi berdampak langsung pada kinerja sekolah dan tanggung jawab dalam kegiatan pengembangan professional kepala peningkatkan mutu pembelajaran dan pengelolaan sekolah, dapat melakukan penelitian tindakan sekolah sebagai sarana pengembangan. Langkah-langkah penelitian tindakan sekolah dengan dua siklus, masing–masing terdiri dari : perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek tindakan adalah Guru sejumlah 9 orang. Rumusan masalah penelitian adalah apakah supervisi edukatif kolaboratif secara periodik dapat meningkatkan kinerja guru di SD Negeri 1 Jiken Blora semester ganjil tahun pelajaran 2017/2018. Populasi penelitian ini adalah semua guru pada SD Negeri 1 Jiken Blora sebanyak 9 orang. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Juli 2017 sampai dengan September 2017. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kinerja guru melalui supervisi edukatif kolaboratif secara periodik di SD Negeri 1 Jiken Blora semester ganjil tahun pelajaran 2017/2018. Refleksi hasil-hasil peningkatan kinerja guru pada siklus I yaitu sejumlah 6 orang atau 66,66%, siklus II sejumlah 8 orang atau 88,88%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan kinerja guru pada setiap siklusnya. Untuk itu, peneliti menyarankan untuk peningkatan kinerja guru dilaksanakan supervisi edukatif kolaboratif secara periodik di sekolah dasar.


IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SERTIFIKASI GURU MIN
DI KECAMATAN RENGAT KABUPATEN INDRAGIRI HULU

Oleh
Hendri Donal
MIN Kecamatan Rengat Kabupaten Indragiri Hulu
Email : hendridonal2017@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan mengetahui pelaksanaan sertifikasi guru MIN di Kecamatan Rengat Kabupaten Indragiri Hulu. Mengetahui kendala pelaksanaan sertifikasi bagi guru MIN di Kecamatan Rengat dan upaya mengatasi kendala tersebut. Mengetahui dampak pelaksanaan sertifikasi bagi guru MIN di Kecamatan Rengat. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian ini adalah Evaluasi Pelaksanaan Sertifikasi Guru. Dalam penelitian ini teknik analisis data yang digunakan adalah model interaktif yang terdiri dari tiga alur kegiatan terjadi secara bersamaan setelah masa pengumpulan data yaitu reduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan verifikasi.
Hasil penelitian Pelaksanaan Implementasi kebijakan sertifikasi guru pada MIN di Kecamatan Rengat Kabupaten Indragiri Hulu telah berjalan dengan baik. Kendala yang ada berkaitan dengan masih ada guru yang bingung dengan sertifikasi dan terlambatnya pencairan tunjangan profesi guru. Upaya yang telah dilakukan adalah mengikutsertakan guru dalam pelatihan teknis pelaksanaan sertifikasi agar guru tidak bingung. Pada MIN di Kecamatan Rengat Kabupaten Indragiri Hulu, sertifikasi berdampak positif antara lain lebih meningkatkan kinerja guru, guru lebih bertanggungjawab terhadap profesinya, guru dapat meningkatkan pembelajaran dengan menggunakan sarana yang lebih memadai, meningkatkan kesejahteraan bagi guru, meningkatkan kompetensi guru, sebagai motivasi bagi guru, menguasai IT, lebih disiplin, lebih meningkatkan kualitas kerja, semakin rajin, aktif, kreatif dan inovatif.


PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENYUSUN PERANGKAT PENILAIAN MELALUI IN HOUSE TRAINING DI SMA BINAAN KABUPATEN LAMONGAN

Oleh
Salamun
Pengawas Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur
Email : muns92@yahoo.com

ABSTRAK
Pokok permasalahan penelitian ini adalah apakah penerapan In house training dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun perangkat penilaian di SMA Binaan Kabupaten Lamongan Tahun 2017?. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan In house training dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun perangkat penilaian di SMA Binaan Kabupaten Lamongan Tahun 2017. Rancangan penelitian tindakan Sekolah ini terdiri dari dua siklus. Subjek penelitian adalah enam belas guru dari empat SMA yang merupakan Sekolah Binaan Kepengawasan. Metode analisis data menggunakan teknik analisis statistik deskriptif penskoran yang kemudian diubah menjadi persentase ketercapaian. Indikator keberhasilan dari penelitian ini untuk siklus1 dan siklus 2 adalah minimal 75% dari responden mencapai skor ketercapaian 75. Hasil penelitian menunjukkan, pada siklus 1 banyak Guru yang telah mencapai skor ketercapaian 75 ada sebanyak 13 orang atau mencapai 81,25%. Pada siklus 2 banyak Guru yang telah mencapai skor ketercapaian 75 ada sebanyak 14 orang atau mencapai 87.5%. Jika dibandingkan dengan indikator keberhasilan, maka ke dua siklus berhasil. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa, penerapan metode In house training dapat meningkatkan kemampuan Guru dalam menyusun Perangkat Penilaian di SMA Binaan Kabupaten Lamongan pada Tahun 2017.


PENGARUH KOMPETENSI, DISIPLIN KERJA DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA GURU PADA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 TANAH GROGOT KABUPATEN PASER

Oleh
Tegen Sayuk Rimboko
SMK Negeri 1 Tanah Grogot
Email : tegensayukrumbino123@gmail.com

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah : 1). Mengetahui besarnya pengaruh parsial antara kompetensi, disiplin kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja guru SMK Negeri 1 Tanah Grogot, 2). Mengetahui besarnya pengaruh secara bersama-sama antara kompetensi, disiplin kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja guru SMK Negeri 1 Tanah Grogot, 3). Mengetahui variabel mana yang dominan mempengaruhi kinerja guru SMK Negeri 1 Tanah Grogot. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain expost faktor, yaitu pencarian empiric yang sistematik dimana peneliti tidak dapat mengontrol langsung variabel bebas karena peristiwanya telah terjadi atau menurut sifatnya tidak dapat dimanipulasi. Populasi penelitian ini adalah guru SMK Negeri 1 Tanah Grogot Kabupaten Paser yang berjumlah 54 orang.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: 1). Kompetensi berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru SMK Negeri 1 Tanah Grogot. Kompetensi berkontribusi sebesar 62,7% terhadap kinerja guru SMK Negeri 1 Tanah Grogot, 2). Disiplin Kerja berpengaruh tidak signifikan terhadap kinerja guru SMK Negeri 1 Tanah Grogot. Disiplin Kerja berkontribusi sebesar 12,5% terhadap kinerja guru, 3). Lingkungan Kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru SMK Negeri 1 Tanah Grogot. Lingkungan Kerja berkontribusi sebesar 49,8% terhadap kinerja guru, 4). Kompetensi, Disiplin Kerja dan Lingkungan Kerja secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru SMK Negeri 1 Tanah Grogot. Kontribusi secara bersama-sama sebesar 86,9% dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.


PERAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI MOTIVATOR DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI SD NEGERI GUGUS DIPONEGORO KECAMATAN KALIANGKRIK KABUPATEN MAGELANG

Oleh
Nuryasin
UPT Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Kaliangkrik
Email : ameinsukarmin@gmail.com

ABSTRAK
Kepala Sekolah SD di Gugus Diponegoro UPT Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Kaliangkrik Kabupaten Magelang juga harus menyadari bahwa untuk meningkatkan kinerja guru perlu mengetahui faktor-faktor yang mendukungnya seperti faktor motivasi, dengan harapan guru bekerja secara lebih efektif dan efisien.Tujuan yang ingin diperoleh dari diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kepala sekolah sebagai motivator dalam meningkatkan kinerja Guru Sekolah Dasar di Gugus Diponegoro UPT Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Kaliangkrik Kabupaten Magelang. Upaya yang dilakukan kepala sekolah Gugus P. Diponegoro UPT Disdikbud Kecamatan Kaliangkrik dalam rangka meningkatkan motivasi kerja guru yaitu: kepala sekolah telah berusaha menciptakan lingkungan kerja secara kondusif, menumbuhkan suasana kerja yang baik dan harmonis,menanamkan kedisiplinan, memberikan penghargaan kepada guru atas dasar prestasi kerja yang baik, melakukan dorongan secara individual terhadap guru,menyediakan sarana prasarana yang cukup memadai. Selain itu kepala sekolah juga melakukan penyesuain penempatan jabatan, menerima kritik dan saran, mengadakan program kegiatan untuk meningkatkan kemampuan guru, melakukan pengawasan yang berkelanjutan dan menyeluruh,melakukan evaluasi melalui penilaian kinerja guru,dan melakukan perbaikan suasana kerja agar senantiasa terciptanya suasana kerja yang baik dan harmonis.


MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENGINTEGRASIKAN KARAKTER BUDAYA BANGSA KEDALAM SILABUS DAN RPP MELALUI WORKSHOP
DI SMP NEGERI 1 RAKIT KULIM

Oleh
Asril
Kepala SMP Negeri 1 Rakit Kulim
Email : bangasril72@yahoo.com

ABSTRAK
Peranan guru dalam perubahan kurikulum adalah membuat perangkat pembelajaran khususnya pembuatan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Hal ini didasarkan pada asumsi bahwa jika guru tidak mempunyai persiapan pembelajaran yang baik, maka peluang untuk tidak terarah dalam pelaksanaan pembelajaran akan terbuka lebar. Kelemahan guru dalam membuat perangkat pembelajaran seperti silabus dan RPP tidak tercantumnya karakter budaya bangsa yang ingin dicapai melalui kompetensi dasar setiap mata pelajaran. Maka untuk meningkatkan kompetensi guru dalam membuat silabus dan RPP dilaksanakan workshop dan untuk mengetahui tingkat pemahaman guru dilaksanakan penelitian tindakan sekolah.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam rangka mendeskripsikan kemampuan guru SMP Negeri 1 Rakit Kulim dalam mengintegrasikan karakter budaya bangsa ke dalam Silabus dan RPP. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: Pertama, workshop dapat meningkatkan kompetensi guru dalam mengintegrasikan Pendidikan karakter bangsa ke dalam silabus yaitu dengn nilai rata-rata sebesar 2,72 pada siklus I menjadi 3,33 pada siklus II, atau ada kenaikan sebesar 0,61 poin. Kedua, workshop dapat meningkatkan kompetensi guru dalam mengintegrasikan Pendidikan karakter bangsa ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yaitu dengan nilai rata-rata sebesar 2,93 pada siklus I menjadi 3,22 pada siklus II, atau ada kenaikan sebesar 0,29 poin.


DIALOG SUPERVISI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU KELAS TINGGI MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF DI SD NEGERI 2 GEDANGDOWO KECAMATAN JEPON BLORA

Oleh
Mulyono
Kepala SD Negeri 2 Gedangdowo
Kecamatan Jepon Kabupaten Blora
Email : mulyono126@yahoo.co.id

ABSTRAK
Supervisor bertugas membantu guru dalam proses evaluasi diri dengan cara memberi pertanyaan-pertanyaan pancingan. Oleh karena itu, supervisor hendaknya memiliki keterampilan bertanya dan berkomunikasi secara baik. Penelitian Tindakan Sekolah dilatarbelakangi oleh permasalahan kemampuan guru kelas tinggi dalam menerapkan model pembelajaran inovatif masih rendah. Rumusan masalahnya adalah yaitu bagaimanakah dialog dalam supervisi yang dapat meningkatkan kemampuan guru kelas tinggi menerapkan model pembelajaran inovatif di SD Negeri 2 Gedangdowo Kecamatan Jepon Blora pada semester ganjil pada tahun pelajaran 2017/2018. Dalam penelitian ini digunakan desain penelitian tindakan sekolah (PTS). Variabel penelitian meliputi variabel bebas yaitu dialog supervisi dan variabel terikat yakni kemampuan menerapkan model pembelajaran inovatif.
Hasil penelitian ini adalah dialog yang dapat meningkatkan kemampuan guru meliputi dialog yang akrab, mendalami kondisi guru, menghargai guru, empatik, manusiawi, interaktif, rasa kesejawatan, tercipta suasana demokratis, dan terfokus pada unsur yang harus diperbaiki. Target ketuntasan penelitian sesuai indikator indikator kinerja dalam penelitian sebagai berikut : 1) Sikap belajar persentase aktif telah mencapai > 75% 2) Pengetahuan belajar siswa tuntas persentase telah mencapai KKM > 85% 3) Ketrampilan belajar tercapai jika persentase telah mencapai > 60 %. Peningkatan hasil kinerja pada tiap siklus menunjukkan proses pembelajaran di kelas menjadi aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan setelah berdialog dalam supervisi.


MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU PAI SD DALAM MELAKSANAKAN PROSES PEMBELAJARAN MELALUI PEMANFAATAN ALAT PERAGA DI UPTD PEGELARAN
KABUPATEN PRINGSEWU

Oleh
Sakib
UPTD Pegelaran Kabupaten Pringsewu
Email : ss2363828@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pelaksanaan proses pembelajaran dengan memanfaatkan alat peraga dapat meningkatkan kemampuan guru PAI di Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SDN kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu. Teknik analisis data pada penelitian deskriptif kuantitatif ini menggunakan statistik deskriptif untuk menjawab rumusan masalah yang sudah tersusun. Hasil penelitian di dapatkan bahwa semua guru PAI di Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu pernah menggunakan alat peraga dalam proses pembelajaran. Dalam satu tahun jumlah topik pelajaran yang mengunakan alat peraga lebih dari 3 topik pelajaran.
Kemampuan guru dalam merancang kegiatan menggunakan alat peraga dalam kategori cukup baik bahkan ada masih dalam kategori tidak baik. Hal ini dikarenakan guru masih belum mengusai materi dengan menggunakan alat peraga dalam proses pembelajaran walaupun dengan penggunaan alat peraga proses pembelajaran dapat menjadi lebih mudah. Oleh karena itu guru dituntut harus membuat alat peraga sesuai dengan materi dan dapat memperjelas konsep pembelajaran, karena penggunaan alat peraga dapat mempermudah siswa dalam memahami materi dan juga guru lebih mempermudah dalam mentransfer materi kepada siswa. Selain itu guru yang menggunakan alat peraga dalam proses pembelajaran membuat siswa lebih termotivasi dalam belajar sehingga prestasi belajar siswa dapat meningkat.


PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM PEMBUATAN
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MELALUI BIMBINGAN KEPALA SEKOLAH DI SD NEGERI CABAK KECAMATAN JIKEN BLORA

Oleh
Tri Partono
Kepala SD Negeri Cabak Kecamatan Jiken Kabupaten Blora
Email: tripartono62@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian tindakan sekolah diawali dengan mengambil masalah nyata yang dihadapi oleh kepala sekolah dalam melaksanakan tugas dan fungsi. Diharapkan hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan situasi, kondisi, kinerja sekolah. Perubahan pola pembelajaran. Pembuatan perencanaan pembelajaran yang sesuai konteks dan sumber belajar lain yang telah diintegrasikan. Pada mata pelajaran Pendidikan Agama, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, PKn, IPS, SBK, Penjasorkes di kelas I – VI Sekolah Dasar.
Penelitian ini bertujuan untuk peningkatan kompetensi guru dalam pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran melalui bimbingan kepala sekolah di SD Negeri Cabak Kecamatan Jiken Blora. Dirumusan masalah apakah kompetensi guru dalam pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran dapat di tingkatkan melalui bimbingan kepala sekolah pada semester ganjil tahun pelajaran 2017/2018 di SD Negeri Cabak Kecamatan Jiken Blora. Hasil penelitian untuk peningkatan kompetensi guru, dapat mendorong guru melaksanakan proses pembelajaran kreatif, inovatif, cakap menyelesaikan masalah bernaluri kewirausahaan.
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kompetensi guru dalam pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran melalui bimbingan kepala sekolah. Ditunjukan dengan data hasil penelitian yaitu keberhasilan siklus 1: 50% dan siklus 2 diatas 75% guru yang di bimbing, ada peningkatan kompetensi guru dalam pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran. Diatas 70% guru aktif dalam kegiatan belajar mengajar.


MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN HARIAN (RPPH) MELALUI BIMBINGAN YANG BERKELANJUTAN
DI TK AL – AMIN NGAMPEL KEDIRI

Oleh
Nur Hasanah
TK Al-Amin Ngampel Kediri
Email : nur_hasanah@gmail.com

ABSTRAK
Sekolah sebagai suatu sistem mencakup beberapa komponen dan tiap komponen terdiri dari beberapa faktor dan saling berkaitan. Peningkatan mutu sekolah akan tergantung pada kemampuan kepala sekolah dalam memimpin pendidikan. Kepala sekolah sebagai pengelola dan pemimpin diharapkan mampu mengemban tugas yang berkaitan dengan komponen-komponen pendidikan. Peningkatan mutu sekolah merupakan wujud pemberdayaan semua komponen yang ada di sekolah secara berkesinambungan melalui peningkatan kapasitas dan kemampuan organisasi sekolah guna memenuhi kebutuhan peserta didik.
Kompetensi dan konsistensi guru TK Al Amin Ngampel dalam pembuatan perangkat program pembelajaran masih belum maksimal, sehingga perlu adanya suatu tindakan yang tepat dalam menangani permasalahan tersebut agar menjadi lebih baik, yaitu melalui bimbingan yang berkelanjutan. Melalui tidakan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan konsistensi guru dalam menyusun seperangkat program pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran melalui bimbingan berkelanjutan di sekolah tempat peneliti bekerja. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 27 Juli sampai dengan 20 September 2017semester 1 tahun pelajaran 2017/2018. Hasil penelitian ini adalah bahwa bimbingn berkelanjutan berkelanjutan dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RKH. Hal itu dapat dibuktikan dari hasil observasi /pengamatan yang memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan kompetensi guru dalam menyusun RKH dari siklus ke siklus.


PENGUATAN NILAI-NILAI KETUHANAN DALAM RANGKA MEMBENTUK KARAKTER AHLAKUL KARIMAH DI SMAN 22 SURABAYA

Oleh
Karyanto
SMA Negeri 22 Surabaya
Email:karyanto_sma22@yahoo.com

ABSTRAK
Bangsa Indonesia tengah menghadapi krisis nilai dan karakter. Bangsa yang selama ini dikenal ramah dan kekeluargaan berubah menjadi garang dan individual. Undang-undang Sisdiknas 20 tahun 2003 menegaskan perubahan paradigma pendidikan Indonesia dari transfer ilmu dan kecerdasan, kepada nilai-nilai luhur yang berkarakter. Tentunya proses pendidikan yang dilaksanakan harus mengarah kepada tujuan yang dimaksud undang-undang tersebut.
Penguatan nilai-nilai Ketuhanan merupakan pilar utama pembentukan karakter bangsa, sehingga dijadikan sebagai muatan wajib disetiap tingkat satuan pendidikan termasuk pendidikan anak usia dini. Penanaman nilai-nilai ketuhanan selama ini hasilnya kurang memberi kontribusi terhadap pembentukan karakter disebabkan berbagai problematika yang mengitarinya. Untuk mendapatkan hasil maksimal diperlukan upaya pemecahan masalah dilanjutkan dengan revitalisasi penanaman nilai-nilai ketuhanan baik dalam setiap pembelajaran agama dan kehidupan beragama.Untuk mewujudkan apa yang diamanahkan dalam pembukaan UUD 1945 dan UU N0. 20 tahun 2003 SMAN 22 Surabaya membangun Sekolah pembelajaran dengan empat pilar yaitu : KeTuhananan, KeIlmuan, Keindonesia dan Adiwiyata. Pada pilar pertama Penguatan nilai-nilai Ketuhanan dalam rangka membentuk karakter ahlakul karimah di SMAN 22 merupakan keharusan bukalah pilihan.

Share this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *