Jurnal Mitra Pendidikan Volume V, Nomor 2, April 2018

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF
TEKNIK WPS (WRITE-PAIR-SQUARE) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VI-A SD NEGERI 010 JAYAMUKTI

Oleh
Diana Nainggolan
SD Negeri 010 Jayamukti Kecamatan Dumai Timur Kota Dumai
Email : diananainggolan_010jayamukti@yahoo.com

ABSTRAK
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika siswa setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif teknik WPS (Write-Pair-Square) pada siswa kelas VI-A SD Negeri 010 Jayamukti semester ganjil tahun pelajaran 2016/2017.
Penulisn ini dilakukan dengan metode penelitian tindakan kelas yang dilakukan di kelas VI-A SD negeri 010 Jayamukti tahun pelajaran 2016/2017 dengan jumlah siswa sebanyak 34 orang. Tindakan yang dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif teknik WPS. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus.
Berdasarkan hasil yang diperoleh selama pelaksanaan penelitian tindakan kelas, dapat dijelaskan bahwa jumlah siswa yang mencapai KKM setelah tindakan lebih banyak dibandingkan dengan sebelum tindakan dengan persentase ketuntasan berturut-turut 35,29%, 55,88% dan 85,29%. Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif teknik WPS dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VI-A SD Negeri 010 Jayamukti semester ganjil tahun pelajaran 2016/2017.


PENINGKATAN KEMAMPUAN BERHITUNG PENJUMLAHAN SEDERHANA 1-10 MELALUI MEDIA PERMAINAN ULAR TANGGA SISWA KELAS II TUNAGRAHITA SLB PGRI PURWOASRI

Oleh
Umi Zahroh
SLB PGRI Purwoasri
Email : slbpgri_pwa@yahoo.com

ABSTRAK
Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan penjumlahan bidang matematika setelah menerapkan media permainan ular tangga dalam pembelajaran siswa tunagrahita kelas II tunagrahita SLB PGRI Purwoasri semester I tahun pelajaran 2017/2018. Penelitian ini dilaksanakan di SLB PGRI Purwoasri Semester I Tahun Pelajaran 2017/2018 dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas Kelas II yang berjumlah 4 orang. Dari hasil penelitian tindakan kelas ini diketahui bahwa penggunaan media permainan ular tangga dapat meningkatkan kemampuan penjumlahan matematika pada siswa kelas Kelas II Tunagrahita SLB PGRI Purwoasri Semester I Tahun Pelajaran 2017/2018. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan kriteria ketuntasan minimal yang ditentukan oleh sekolah sebesar 55. Pada siklus I siswa yang mencapai KKM sebanyak 3 siswa atau 75% dan pada siklus II semua siswa atau 100% sudah mencapai KKM.


PENGGUNAAN ALAT PERAGA DENGAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS II SDN 016 SEKIP HULU RENGAT

Oleh
Sarneli
SDN 016 Sekip Hulu
Email : sarneliberli75@gmail.com

ABSTRAK
Rendahnya hasil belajar siswa kelas II pada mata pelajaran Matematika materi penjumlahan dan pengurangan terdapat 8 orang siswa dibawah KKM (70) dari total 30 siswa pada SDN 016 Sekip Hulu rengat pada tahun pelajaran 2015/2016 membuat penulis melakukan metode demonstrasi yang bertujuan agar memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar siswa kelas II SDN 016 Sekip Hulu Rengat yang akan dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan dan 1 kali ulangan harian. Penulis menggunakan media gambar yang merupakan penunjang dalam menyampaikan materi pembelajaran dan metode demonstrasi di dalam kelas. Setelah dilakukan evaluasi UH-1 dan UH-2 hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan yaitu : prasiklus hanya 16 peserta didik yang mencapai KKM (70) atau 53,3 %. Pada siklus 1 naik menjadi 24 orang siswa atau 80 % dan pada siklus 2 juga meningkat menjadi 26 orang siswa atau 86,7 %. Jadi bisa disimpulkan dengan penggunaan alat peraga dan penggunaan metode demonstrasi dapat memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar siswa. Diharapkan guru dapat menerapkan metode Demonstrasi dalam proses pembelajaran.


UPAYA MENINGKATKAN HASIL PEMBELAJARAN MATEMATIKA MATERI PANGKAT DAN AKAR DENGAN METODE KOOPERATIF TIPE TEAM ACCELERATED LEARNING SISWA KELAS 5
SDN MANGLI KALIANGKRIK MAGELANG

Oleh
Sri Juniarti
Guru SDN Mangli Kaliangkrik
Email : sriyuniarti0626@gmail.com

ABSTRAK
Tujuan dari penelitian tindakan kelas ini adalah: 1) Untuk meningkatkan partisipasi dan hasil pembelajaran matematika materi pangkat dan akar melalu pembelajaran kooperatif tipe team accelerated learning di kelas 5 SDN Mangli Kabupaten Magelang. 2) Untuk mengetahui upaya yang dilakukan guru dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe team accelerated learning dalam meningkatkan partisipasi dan hasil pembelajaran matematika materi pangkat dan akar, di kelas 5 SDN Mangli Kabupaten Magelang. Penelitian ini dilaksanakan pada semester 1 tahun pelajaran 2016/2017, yang di mulai sejak September 2016 sampai dengan November 2016.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap pembelajaran Matematika di kelas V SDN Mangli Kecamatan Kaliangkrik Kabupaten Magelang dapat meningkatkan hasil belajar dan partisipasi siswa di kelas. Hal ini ditunjukkan pada pra siklus hingga siklus II. Pada pra siklus hanya 7 siswa yang tuntas atau sebesar 29.17%. Pada siklus I meningkat menjadi 14 siswa atau sebesar 58.3%. Walaupun meningkat, hasil tersebut masih belum mencapai batas ketuntasan yang ditentukan yaitu 80%. Sehingga dilakukan siklus 2 dan hasil yang didapat meningkat menjadi 21 siswa atau sebesar 87.5%.


PENERAPAN COOPERATIVE LEARNING TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA KELAS VI-A
SD NEGERI 013 MEKAR SARI

Oleh
Nurhasni
SD Negeri 013 Mekar Sari Kecamatan Dumai Selatan
Email : nurhasni_mekarsari@yahoo.com

ABSTRAK
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam pada siswa kelas VI-A SD Negeri 013 Mekar Sari Kecamatan Dumai Selatan melalui Cooperative Learning Tipe Teams Games Tournament (TGT) pada semester ganjil tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian tindakan kelas yang dilakukan di kelas VI-A SD Negeri 013 Mekar Sari Kecamatan Dumai Selatan Kota Dumai tahun pelajaran 2016/2017 dengan jumlah siswa sebanyak 21 orang. Berdasarkan hasil yang diperoleh selama pelaksanaan penelitian tindakan kelas, dapat dijelaskan bahwa nilai rata-rata pada siklus I sebesar 69,52 dan pada siklus II meningkat menjadi 87,94. Sedangkan persentase ketuntasan belajar siswa secara klasikal pada siklus I adalah 47,6% dan pada siklus II terjadi peningkatan menjadi 95,2%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan Cooperative Learning Tipe Teams Games Tournament (TGT) telah berhasil meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam pada siswa kelas VI-A SD Negeri 013 Mekar Sari.


PENERAPAN METODE DEMONSTRASI MEMPERBAIKI HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS III SDN 025 SEKIP HILIR RENGAT TAHUN PELAJARAN 2015 / 2016

Oleh
Aprimiwati
SDN 025 Sekip Hilir
Email : aprinawatioke55@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian dilaksanakan di SDN 025 Sekip Hilir dengan menggunakan metode demonstrasi pada mata pelajaran Matematika. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Maret sampai bulan April. Penelitian ini dilakukan karena sering terjadinya kendala proses dalam pembelajaran yang dilakukan guru dalam merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran. Ditambah lagi dengan pemikiran siswa bahwa mata pelajaran Matematika sangat membosankan karena banyak memuat fakta dan konsep sehingga siswa dituntut banyak menghafal. Karena itu penelitian mengambil metode demonstrasi dengan tujuan agar siswa dalam pembelajaran tertarik dengan materi yang disajikan. Subjek penelitian adalah siswa kelas III SDN 025 Sekip Hilir dengan jumlah siswa 13 orang. Prosedur penelitian berupa perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Pada tahap perencanaan peneliti menyiapkan silabus, RPP, LKS, lembar observasi siswa dan alat penilaian kemampuan guru. Data awal siswa yang mencapai KKM 70 sebanyak 6 siswa dari 13 siswa. Hasil dari penelitian terdapat peningkatan nilai ulangan harian I yang mencapai KKM sebanyak 9 siswa dan nilai ulangan harian II banyak siswa yang mencapai KKM sebanyak 11 siswa.


ANALISA KESALAHAN KALIMAT SIMPLE PRESENT TENSE BAHASA INGGRIS OLEH MAHASISWA TEKNIK INFORMATIKA UNIVERSITAS PGRI MADIUN

Oleh
Eka Resty Novieta Sari
Universitas PGRI Madiun
Email: ekaresty@unipma.ac.id

ABSTRAK
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman mahasiswa dalam membuat kalimat sederhana berpola simple present tense, jenis-jenis kesalahan gramatikal yang dilakukan oleh mahasiswa dalam membuat kalimat sederhana berpola simple present tense, kesalahan gramatikal yang umumnya terjadi dalam membuat kalimat sederhana berpola simple present tense. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester 1, kelas A, program studi Teknik Informatika. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes tertulis. Pada tes tertulis, peneliti menggunakan instrumen tes tertulis yang berupa soal-soal bahasa Inggris tentang simple present tense. Soal tes tertulis dalam bentuk pilihan ganda (multiple choice) dan isian (essay). Soal tes terbagi menjadi 3 bagian pada tes tryout yaitu melengkapi kalimat, membuat kalimat, dan menterjemahkan kalimat. Pada soal pertemuan ketiga mahasiswa melengkapi kalimat, menjawab pertenyaan dan membuat sebuah paragraf simple present tense. Berdasakan penelitian tersebut ditemukan bahwa: setelah mahasiswa diberi penjelasan lagi tentang kalimat berpola simple present tense, maka diperoleh 20 mahasiswa dari 27 mahasiswa (74%) yang sudah menjawab menggunakan pola kalimat simple present tense secara benar. Dapat dikatakan bahawa telah terjadi peningkatan 26% pemahaman pola kalimat simple present tense.


UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS KELAS VI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN INTERAKTIF DI SDN 007 KOTA LAMA PROVINSI RIAU

Oleh
Erliana
SDN 007 KOTA LAMA
Email : papa_nami@yahoo.com

ABSTRAK
Penulis ingin mencoba untuk melakukan suatu penelitian yang berfokus pada penelitian tindakan kelas dengan tujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan semangat belajar siswa terhadap semua mata pelajaran di SD, khususnya mata pelajaran IPS. Penerapan model pembelajaran interaktif pada pembelajaran IPS di SD, melalui Penelitian Tindakan Kelas ini diharapkan dapat menumbuhkan minat dan keaktifan belajar siswa serta menumbuhkan keberanian siswa untuk bertanya, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik, yang pada akhirnya tercapai prestasi belajar yang optimal. Pada awal pra siklus jumlah siswa yang mampu mencapai KKM hanya 12 orang (48%) dari 25 orang jumlah siswa di kelas, pada siklus 1 meningkat menjadi 17 orang (68%) dan pada siklus 2 naik lagi menjadi 21 orang (84%). Dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Interaktif dapat membantu meningkatkan hasil belajar siswa terutama pada mata pelajaran IPS.


UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KONSEP BILANGAN MELALUI BERMAIN BUS TELOLET PADA ANAK KELOMPOK A2 TK ISLAM AL AZHAR 14 SEMARANG SEMESTER II
TAHUN PELAJARAN 2016 – 2017

Oleh
Ummu Kholidah Hanum
TK Islam Al Azhar 14 Semarang
Email : ummu.hanum.80@gmail.com

ABSTRAK
Penulis tertarik untuk mengadakan penelitian tindakan kelas dengan judul upaya meningkatkan kemampuan konsep bilangan melalui bermain bus telolet pada anak kelompok A2 TK Islam Al Azhar Semarang, karena mengingat fenomena bus telolet menjadi salah satu daya tarik bagi anak-anak. Dengan ketertarikan tersebut oleh penulis akan dijadikan metode dalam penelitian tindakan kelas.
Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan konsep bilangan melalui bermain bus telolet anak kelompok A2 TK Islam Al Azhar 14 Semarang. Penelitian ini dilakukan karena terdapat permasalahan dalam kemampuan konsep bilangan pada anak kelompok A2 TK Islam Al Azhar 14 Semarang.
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian ini adalah anak kelompok A2 TK Islam Al Azhar 14 yang berjumlah 16 anak. Objek penelitian adalah kemampuan konsep bilangan.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 siklus, setiap siklus berlangsung selama 3 kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan konsep bilangan anak meningkat setelah adanya tindakan.
Hasil observasi sebelum tindakan menunjukkan bahwa anak yang memiliki kemampuan konsep bilangan adalah 48,43%. Pada siklus I meningkat menjadi 60,93%, kemudian siklus II meningkat menjadi 71,35%. Pada siklus III telah mencapai indikator keberhasilan yaitu 90,1%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa bermain bus telolet dapat meningkatkan kemampuan konsep bialngan pada anak kelompok A2 TK Islam Al Azhar 14 Semarang.

Share this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *