Jurnal Online Mitra Pendidikan Volume II, Nomor 1, Januari 2018

Artikel JMP Online dapat dilihat dan diunduh di website OJS Jurna Online Mitra Pendidikan.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN (CLIS CHILDREN LEARNING IN SCIENCE) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA BAGI SISWA KELAS VIII SMP N 3 GETASAN KABUPATEN SEMARANG

Indah Fitriani Eka Wardani, Kriswandani, Tri Nova Hasti Yunianta
202014057@student.uksw.edu, kriswandani@staff.uksw.edu, trinova.yunianta@staff.uksw.edu
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Kristen Satya Wacana

Matematika merupakan pengetahuan yang memiliki peran sangat penting dalam membentuk manusia yang berkualitas tinggi. Kemampuan yang harus dimiliki siswa dalam mempelajari matematika salah satunya adalah kemampuan pemecahan masalah matematika. Salah satu model yang dapat mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, yaitu model pembelajaran Children Learning In Science (CLIS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak pengaruh model pembelajaran CLIS terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Getasan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental Design dan desain penelitian two group randomized subject posttest only. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP 3 Getasan Kabupaten Semarang Semester I Tahun Ajaran 2017/2018 yang terdiri dari 4 kelas. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan simple random sampling dan di peroleh kelas VIII A sebagai kelas kontrolyang diberi perlakuan berupa pemebelajaran tanpa menggunakan model pemebelajaran CLIS dan kelas VIII B sebagai kelas eksperimen yang diberi perlakuan berupa pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran CLIS. Penelitian ini dilaksanakan dalam pembelajaran matematika pada materi Relasi dan Fungsi. Uji hipotesis menggunakan uji Mann-Whitney U test. Keseluruhan uji menggunakan SPSS 16dengan taraf signifikan sebesar 5%. Hasil pengujian hipotesis menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran CLIS terhadap hasil kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.


PERBEDAAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA BAGI SISWA YANG DIBERI MODEL PBI DAN CORE BAGI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 AMPEL KABUPATEN BOYOLALI

Cici Indarwati, Kriswandani, Tri Nova Hasti Yunianta
202014077@student.uksw.edu, kriswandani@staff.uksw.edu, trinova.yunianta@staff.uksw.edu
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Kristen Satya Wacana

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika bagi siswa yang diberikan model pembelajaran PBI dan CORE. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperiment dengan desain penelitian Non-equivalent Control Grup. Tes kemampuan pemecahan masalah dalam bentuk tes uraian. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Ampel dengan populasi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Ampel Kabupaten Boyolali tahun ajaran 2017/2018 yang terdiri dari 7 kelas. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan simple random sampling dan diperoleh kelas VII E sebagai kelas eksperimen yang diberi perlakuan berupa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran PBI dan kelas VII F sebagai kelas kontrol yang diberi perlakuan berupa pemebelajaran dengan menggunakan model pembelajaran CORE. Uji hipotesis menggunakan uji-t. Keseluruhan uji menggunakan SPSS 16 dengan taraf signifikan sebesar 5%. Hasil pengujian hipotesis menyimpulkan bahwa pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan Model pembelajaran PBI lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan Model pembelajaran CORE.


ANALISIS PEMAHAMAN KONSEP BERDASARKAN TAKSONOMI BLOOM DALAM MENYELESAIKAN SOAL KELILING DAN LUAS SEGITIGA BAGI SISWA KELAS VIII

Feri Yohanes, Sutriyono
202014076@student.uksw.edu, sutriyono@staff.uksw.edu
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Kristen Satya Wacana

Pemahaman konsep merupakan kecakapan atau kemahiran matematika yang diharapkan dapat tercapai dalam belajar matematika yaitu dengan menunjukkan pemahaman konsep matematika yang dipelajarinya, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep (Depdiknas 2003: 2). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman konsep berdasarkan Taksonomi Bloom dalam menyelesaikan soal keliling dan luas segitiga pada siswa kelas VIII C SMP Negeri 1 Getasan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan subyek enam siswa diantaranya dua berkemampuan tinggi, dua berkemampuan sedang, dan dua berkemampuan rendah. Pengambilan subyek dilandasi dengan pretest, hasil pertimbangan, dan saran dari pendidik. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara yang disertai dengan soal tes yang mempunyai tingkat kesulitan rendah sampai tingkat kesulitan tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa subyek berkemampuan tinggi mencapai level evaluasi (Evaluation), subyek berkemampuan sedang mencapai level penerapan (Apllication), dan subyek berkemampuan rendah mencapai level pengetahuan (Knowlegde). Manfaat dalam penelitian ini adalah mengukur pemahaman konsep siswa tentang segitiga dan menjadi media evaluasi untuk pendidik dapat mengetahui karakter siswa serta bahan evaluasi pendidik dalam menanamkan konsep pada siswa.


PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR DAN KEAKTIFAN SISWA KELAS VIIIB SMP NEGERI 1 GETASAN

Florentina Dian Ika Vitasari, Sutriyono
202014005@student.uksw.edu, sutriyono@staff.uksw.edu
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Kristen Satya Wacana

Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningktakan hasil belajar siswa dan keaktifan siswa dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together (NHT). Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 1 Getasan dengan pelaksanaan 1 siklus yang terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Proses pengumpulan data meliputi tes, wawancara, observasi dan dokumentasi. Keaktifan siswa dihitung dengan menggunakan lembar keaktifan siswa yang dilakukan oleh 2 observer.Hasil penelitian yang sudah dilaksanakan, dapat diambil kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran Numbered Heads Together dapat meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa. Hal tersebut ditunjukan dengan hasil Pra Siklus dan Siklus I yang sudah dilakukan. Dalam Pra Siklus, hasil tes tertulis menunjukkan 10 siswa atau 42,8% siswa mencapai KKM, sedangkan dalam Siklus I dapat ditunjukkan 27 siswa atau 77,1% siswa mencapai ketuntasan. Pada persentase keaktifan siswa di Pra Siklus menunjukkan keaktifan siswa 54,2% menjadi 81,7%. Dengan demikian penerapan model pembelajaran Numbered Head Together berhasil untuk meningkatkan tingkat ketuntasan dan tingkat keaktifan siswa.


PENGEMBANGAN MEDIA CHAMPIONSHIP TRACK MATH UNTUK PEMBELAJARAN SPLDV
PADA JENJANG SMP

Dewi Larasati, Erlina Prihatnani
202014095@student.uksw.edu, erlina.prihatnani@gmail.com
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Kristen Satya Wacana

Bisa karena terbiasa membuat matematika tidak dapat dipisahkan dari kegiatan latihan soal. Perlu adanya strategi agar siswa dapat termotivasi dan tertantang dalam melakukan kegiatan tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu media pembelajaran yang valid, praktis dan efektif untuk latihan soal. Media ini berupa seperangkat permainan yang dimodifikasi dari permainan ular tangga. Media yang diberi nama Championship Track Math ini dikembangkan untuk proses latihan soal pada materi SPLDV pada jenjang SMP. Media ini dapat digunakan dalam pembelajaran di kelas, baik secara kelompok maupun klasikal. Penelitian Research and Development ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari langkah Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Media ini telah dinyatakan valid dari aspek materi dan aspek media pembelajaran dengan persentase berturut-turut 92,59% dan 92,80% keduanya termasuk kategori sangat baik. Media ini telah diujicobakan kepada siswa kelas VIII B SMP Negeri 9 Salatiga dan menghasilkan indeks kepraktisan penggunaan sebesar 75%, masuk kategori praktis. Uji pair t-test dengan taraf signifikan α = 0,05 menghasilkan signifikan mendekati nol yang kurang dari 0,05 dengan rata-rata post test lebih tinggi daripada pre test. Berdasarkan ketiga hasil uji tersebut maka dapat disimpulkan bahwa media ini valid, praktis, dan efektif.


ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN SOAL BANGUN RUANG SISI DATAR

Yhana Alfianadevi Muthaharah, Kriswandani, Erlina Prihatnani
202014100@student.uksw.edu, kriswandani@staff.uksw.edu, erlina.prihatnani@gmail.com
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Kristen Satya Wacana

Berpikir kreatif matematis merupakan suatu kemampuan dalam menghasilkan jawaban atau gagasan bervariasi dalam permasalahan matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kreatif matematis siswa SMP dalam menyelesaikan soal bangun ruang sisi datar. Subjek dalam penelitian ini adalah lima siswa kelas VIII SMPN 1 Salatiga tahun pelajaran 2016-2017. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Analisis hasil tes tertulis dan wawancara kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dalam menyelesaikan soal bangun ruang sisi datar menunjukkan bahwa 2 subjek mampu memenuhi ke tiga aspek berpikir kreatif yaitu fluency, flexibility dan novelty. Sedangkan 3 subjek lainnya hanya mampu memenuhi dua aspek berpikir kreatif yaitu aspek fluency dan aspek flexibility. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dalam jenjang pendidikan yang sama. Tulisan ini diharapkan dapat memberi sumbangan bagi guru tentang kemampuan berpikir kreatif matematis siswa SMP dalam menyelesaikan soal bangun ruang sisi datar dan bagi siswa untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis.


PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT DALAM PEMBELAJARAN ALJABAR SISWA KELAS VII SMPN 7 SALATIGA

Defit Arya Putra, Erlina Prihatnani
202014002@student.uksw.edu, erlina.prihatnani@gmail.com
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Kristen Satya Wacana

Perolehan hasil belajar mengajar siswa kelas VIIA SMPN 7 Salatiga belum sesuai harapan. Hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa tidak terlibat aktif dalam pembelajaran. Oleh karena itu, dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tujuan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe NHT untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIA SMP Negeri 7 Salatiga. Sintak NHT yang terdiri dari 4 fase yaitu penomoran, pengajuan pertanyaan, berpikir bersama, dan pemberian jawaban memberikan peluang lebih besar untuk dapat membuat siswa terlibat secara aktif dalam pembelajaran. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIIA SMP Negeri 7 Salatiga Tahun pelajaran 2017/2018. Model PTK yang digunakan adalah model Kemmis & Mc Taggart yang terdiri dari 4 tahap pada setiap siklusnya yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam pembelajaran matematika pada materi operasi aljabar. Rata-rata hasil belajar pada siklus I mencapai 45,35 dengan persentase siswa yang masuk kategori tuntas mencapai 35,71%. Rata-rata pada siklus II mencapai peningkatan menjadi 71,10 dengan persentase siswa yang masuk kategori tuntas naik menjadi 78,60%. Berdasar hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe NHT dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIIA SMP Negeri 7 Salatiga.


PENGARUH STRATEGI REACT TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS BAGI SISWA KELAS VIII SMP N 3 PABELAN KABUPATEN SEMARANG

Nur Laelatunnajah, Kriswandani, Erlina Prihatnani
202014065@student.uksw.edu, kriswandani@staff.uksw.edu, erlina.prihatnani@gmail.com
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Kristen Satya Wacana

Pentingnya penggunaan strategi pembelajaran yang membiasakan siswa untuk mengkonstruksi sendiri pengetahuan yang dimiliknya guna menunjang kemampuan dalam memecahkan masalah matematika menjadi dasar pemilihan strategi REACT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh strategi REACT terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis bagi siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Pabelan Kabupaten Semarang. Penelitian ini dilakukan pada materi aljabar. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental dengan desain penelitian Only Posttest Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Pabelan Kabupaten Semarang Semester I Tahun Ajaran 2017/2018 yang terdiri dari 4 kelas. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan cluster random sampling dan diperoleh kelas VIII A (20 siswa) sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII B (19 siswa) sebagai kelas kontrol. Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan Shapiro-wilk, dan uji hipotesis menggunakan uji Mann-Whitney. Keseluruhan uji menggunakan taraf signifikan sebesar 5%. Hasil pengujian hipotesis menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh strategi REACT terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis bagi siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Pabelan Kabupaten Semarang.


PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE ROUND ROBIN TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 9 SALATIGA

Amalia Aghni Rizqi, Kriswandani, Erlina Prihatnani
202014047@student.uksw.edu, kriswandani@staff.uksw.edu, erlina.prihatnani@gmail.com
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Kristen Satya Wacana

Adanya proses pembelajaran matematika yang belum sesuai dengan standar proses menjadi dasar pemilihan model kooperatif tipe Round Robin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Round Robin Brainstorming terhadap hasil belajar matematika bagi siswa kelas VII SMP Negeri 9 Salatiga. Jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi-Experimental Design bentuk Posttest-Only Control Design. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Cluster Random Sampling dan diperoleh kelas VII A yang terdiri dari 29 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas VII B yang terdiri dari 27 siswa sebagai kelas kontrol. Uji normalitas dengan metode Shapiro-Wilk, uji homogenitas dengan metode Levene’s dan uji hipotesis menggunakan Independent Sample t-test. Keseluruhan uji menggunakan SPSS versi 16.0 dengan taraf signifikansi sebesar 5%. Hasil pengujian hipotesis menyimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Round Robin tidak berpengaruh pada hasil belajar matematika siswa SMP Negeri 9 Salatiga.


DESKRIPSI PEMAHAMAN KONSEP KEJADIAN MAJEMUK SISWA KELAS XI IPA
SMA NEGERI 3 SALATIGA

Anika Putri Puspitasari, Erlina Prihatnani
202014047@student.uksw.edu, erlina.prihatnani@gmail.com
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Kristen Satya Wacana

Dua tahun berturut-turut persentase daya serap materi peluang SMA dalam UN rendah. Kurangnya pemahaman konsep disinyalir menjadi salah satu faktor penyebabnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman konsep kejadian majemuk siswa kelas XI IPA SMA Negeri 3 Salatiga. Teknik pengambilan sampel dari penelitian deskriptif kualitatif ini adalah purposive sampling dan diperoleh 4 subyek. Pemahaman konsep siswa diukur dengan tes tertulis dan wawancara non terstruktur. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemahaman konsep siswa akan kejadian majemuk berbeda-beda. Subjek N mempunyai pemahaman konsep tipe rasional untuk keempat macam kejadian majemuk. Subjek M mempunyai pemahaman konsep tipe rasional untuk kejadian saling lepas, tidak saling lepas, dan bersyarat, namun tidak memahami konsep kejadian saling bebas. Subjek A memiliki pemahaman konsep tipe rasional untuk kejadian saling lepas dan tidak saling lepas sedangkan yang lain tidak memahaminya. Adapun subjek B memiliki pemahaman konsep tipe rasional hanya untuk kejadian tidak saling lepas sedangkan yang lainnya tidak memahami. Hal tersebut menunjukkan bahwa pemahaman terhadap suatu konsep akan mengakibatkan kemampuan pemecahan masalah terkait konsep tersebut.


PERBEDAAN PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING DAN DISCOVERY LEARNING DITINJAU DARI HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP N 8 SALATIGA

Slamet Rochmad Nurochim, Erlina Prihatnani
202014008@student.uksw.edu, erlina.prihatnani@gmail.com
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Kristen Satya Wacana

Kurikulum 2013 telah mengalami revisi namun tetap mempertahankan pembelajaran berlandaskan konstruksivisme yang berpusat pada siswa, dengan model pembelajaran yang disarankan diantaranya Problem Based Learning (PBL) dan Discovery Learning (DL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan hasil belajar antara penerapan PBL dan DL pada siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Salatiga. Penelitian Quasi Eksperimental menggunakan desain The Randomized Control Group Pretest-Posttest Design. Dengan Populasi siswa kelas VIII SMP Negeri 8 Salatiga tahun pelajaran 2017/2018. Pengambilan sampel dengan Cluster Random Sampling mendapatkan sampel siswa kelas VIII E (24 siswa) sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas VIII D (25 siswa) sebagai kelas pembanding. Uji statistika terdiri dari uji normalitas dengan menggunakan metode Shapiro-Wilk, uji homogenitas menggunakan metode Levene’s, dan uji beda rerata dengan menggunakan Independent Samples Test dan Mann-Whitney, yang dilakukan pada taraf signifikan 0,05. Uji kemampuan awal dengan Independent Samples Test menghasilkan nilai signifikan sebesar 0,603 sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua kelompok sampel memiliki kemampuan awal yang seimbang. Adapun uji hipotesis menghasilkan nilai signifikan 0,048 dengan rata-rata siswa pada kelas PBL lebih tinggi daripada DL sehingga disimpulkan bahwa penerapan model PBL menghasilkan hasil belajar yang lebih baik dibanding penerapan model DL


PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI PECAHAN PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 GETASAN

Wiwin Suryanti, Tri Nova Hasti Yunianta
202014053@student.uksw.edu, trinova.yunianta@staff.uksw.edu
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Kristen Satya Wacana

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan Hasil Belajar Matematika pada Materi Pecahan melalui Penerapan Model Quantum Teaching bagi Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Getasan. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menggunakan model Hopkins, dengan satu siklus yang terdiri dari 4 komponen (perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi). Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan model pembelajaran Quantum Teaching pada materi pecahan dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII di SMP Negeri 3 Getasan melalui langkah-langkah pembelajaran Quantum terdiri dari: 1) tanamkan, memberi motivasi belajar dengan memberikan ice breaking, 2) alami, mendiskusikan penyelesaian soal-soal yang terdapat pada LKS bersama anggota kelompoknya, 3) namai, mengarahkan pengetahuan siswa dalam berdiskusi kelompok, 4) demonstrasikan, perwakilam kelompok siswa ditunjuk ke depan kelas untuk menampilkan hasil diskusi kelompoknya, 5) ulangi, mendengarkan dan mencatat soal-soal yang diberikan guru serta mengerjakan soal secara mandiri, 6) rayakan, memberikan apresiasi kepada kelompok dan bernyanyi bersama, atau keenam langkah ini biasa dikenal dengan singkatan TANDUR.

Share this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *