Jurnal Online Mitra Pendidikan Volume II, Nomor 11, November 2018

Artikel JMP Online dapat dilihat dan diunduh di website OJS Jurna Online Mitra Pendidikan.

PERSEPSI DAN SIKAP GURU KAWASAN PESISIR DALAM PENERAPAN KURIKULUM 2013 BERBASIS TEMATIK INTEGRATIF

Irawati Sabban 1), Subhan Hayun 2)
Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pasifik Morotai
Email : irawatisabban@gmail.com

ABSTRAK
Penerapan Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar Kawasan Pesisir Kabupaten Pulau Morotai belum berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendapatkan bukti empiris terkait persepsi dan sikap guru kawasan pesisir dalam penerapan Kurikulum 2013 berbasis tematik di Kabupaten Pulau Morotai dan seberapa pengaruhnya dalam penerapan Kurikulum 2013 berbasis tematik integratif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian campuran (mixed methods) dimana penelitian ini menggabungkan dua bentuk penelitian yaitu penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Hasil penelitian persepsi dan sikap guru kawasan pesisir terhadap penerapan kurikulum 2013 berbasis tematik integratif meningkatkan kinerja guru guru, kendalanya antara lain kurangnya sarana belajar buku dalam penerapan kurikulum 2013 dan kurangnya kegiatan pelatihan kepada guru-guru terkait kurikulum 2013. Sedangkan, hasil analisis kuantitatif ada pengaruh pesepsi dan sikap guru kawasan pesisir terhadap penerapan kurikulum 2013 berbasis tematik integratif.


UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR TEMATIK MELALUI PENDEKATAN SCIENTIFIC
DAN MODEL TPS KELAS III SEKOLAH DASAR

Siti Nur Alfiah 1), Naniek Sulistya Wardani 2)
Universitas Kristen Satya Wacana
Email : alvhie.ukhtifillah@gmail.com 1), wardani.naniek@gmail.com 2)

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah langkah-langkah pendekatan scientific dan model Think Pair Share dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas III SD. Dan mengetahui bagaimanakah pendekatan scientific dan model think pair share dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik kelas III SD. Jenis Penelitian Tindakan kelas ini menggunakan model spiral Kemmis dan Taggart dengan prosedur penelitian minimal 2 siklus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, dan angket. Teknik analisis data adalah teknik persentase. Hasil penelitian menunjukan terdapat peningkatan motivasi belajar tematik melalui pendekatan scientific dan model TPS kelas III SD terbukti. Hal ini ditunjukan oleh hasil perbandingan berdasarkan peningkatan motivasi belajar tematik melalui pendekatan scientific dan model TPS pada siklus satu dan dua. Rata-rata motivasi intrinsic dan ektrinsik masing-masing sebesar 82,61% dan 92,39%. Penelitian ini menunjukkan peningkatan aktivitas belajar dan motivasi dengan meningkatnya hasil belajar peserta didik sesuai KKM yang dimasksud.


PENGEMBANGAN MODUL E-LEARNING BERBASIS WEB DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN PADA MAHASISWA IKIP BUDI UTOMO MALANG

Faizah Ulumi Firdausi 1), Puspita Pebri Setiani 2)
IKIP Budi Utomo Malang
Email : faizahf89@gmail.com 1), puspitapebrisetiani@budiutomomalang.ac.id 2)

ABSTRAK
Penelitian pengembangan modul e-learning dalam pembelajaran pendidikan pancasila dan kewarganegaraan memiliki tujuan modul e-learning menjadi alternatif bahan ajar berbasis web yang mudah diakses dan digunakan mahasiswa IKIP Budi Utomo Malang karena menggunakan kecanggihan IT. Modul e-learning berbasis web pembelajaran pendidikan pancasila dan kewarganegaraan diperuntukkan untuk mahasiswa IKIP Budi Utomo Malang dimana matakuliah pendidikan pancasila dan kewarganegaraan menjadi mata kuliah wajib sebagai pembentuk karakter berbudiutama mahasiswa yang selaras dengan visi kampus IKIP Budi Utomo Malang
Pelaksanaan penelitian diawali dengan Research and information, dimana Research and information digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang kebutuhan bahan ajar yang gampang diakses oleh mahasiswa dengan kecanggihan IT. Kemudian dilanjutkan pada model ADDIE. Berdasarkan hasil dari penelitian melalui tahap validasi dan implementasi maka dapat disimpulkan Modul e-learning berbasis Web yang dikembangkan merupakan modul pembelajaran yang efektif, inovatif, kreatif dan menyenangkan sehingga dapat menumbuhkan rasa berbudiutama mahasiswa dalam matakuliah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.


PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK PENINGKATAN PROSES DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS 4 SD NEGERI KEMETUL
TAHUN PELAJARAN 2017/2018

Muhammad Sholeh 1) , Nyoto Harjono 2) , Gamaliel Septian Airlanda 3)
Universitas Kristen Satya Wacana
Email : msoleh37182@gmail.com 1) , har.jhon@gmail.com 2) , gama.airlanda@staff.uksw.edu 3)

ABSTRAK
Proses siswa dan guru memperoleh skor rendah, berdasarkan pengamatan yang dilaksanakan pada siswa kelas 4 SD Negeri Kemetul, khususnya pada pembelajaran KD Menggunakan konsep keliling dan luas bangun datar sederhana, demikian pula hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses dan hasil belajar matematika dengan penerapan model pembelajaran berbasis masalah pada siswa semester II tahun ajaran 2017/2018. Jenis penelitian yang digunakan yaitu PTK ruang kelas kolaboratif, dilakukan dalam dua siklus masing-masing siklus terdiri dari tiga pertemuan. Instrumen pengumpul data menggunakan observasi dan tes. Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif komparatif yaitu membandingkan proses dan hasil belajar sebelum tindakan, dengan kondisi setelah dilakukan tindakan (siklus I dan siklus II). Perolehan aktivitas guru prasiklus yang memperoleh total skor 32 dengan persentase 40%, kemudian aktivitas siswa memperoleh total skor 31 dengan persentase 38%. Peningkatan skor aktivitas guru pada siklus II sebesar 71 dengan presentase 89%, skor aktivitas siswa sebesar 67 dengan presentase 84%. Rata-rata hasil belajar prasiklus sebesar 62,1 meningkat menjadi 83.42 pada siklus II. Penerapan model pembelajaran berbasis masalah berarti dapat meningkatkan proses dan hasil belajar matematika.


DESKRIPSI KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA SMP
DALAM MENYELESAIKAN SOAL PELUANG

Alvi Febriani 1), Helti Lygia Mampouw 2), Danang Setyadi 3)
Universitas Kristen Satya Wacana
Email : 202015066@student.uksw.edu1), helti.mampouw@staff.uksw.edu2), danang.setyadi@staff.uksw.edu3)

ABSTRAK
Proses berpikir tingkat tinggi tidak hanya mengetahui suatu informasi tetapi mampu melibatkan kemampuan untuk menganalisis informasi, menemukan pokok–pokok pikiran, membuat hipotesis, menarik kesimpulan serta menghasilkan suatu solusi yang berkualitas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dalam menyelesaikan soal Peluang. Subjek penelitian ini adalah tiga siswa SMP yang terdiri dari satu siswa berkemampuan tinggi, satu siswa berkemampuan sedang, dan satu siswa berkemampuan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: siswa berkemampuan tinggi sudah memenuhi indikator menganalisis, mengevaluasi, dan mengkreasi. Siswa berkemampan sedang sudah mampu memenuhi indikator menganalisis, mengevaluasi, tetapi belum mampu memenuhi indikator mengkreasi. Siswa berkemampuan rendah sudah mampu memenuhi indikator menganalisis, tetapi belum mampu memenuhi indikator mengevaluasi dan mengkreasi.


MENINGKATKAN KEMAMPUAN BELAJAR SISWA MELALUI PEMANFAATAN ALAT PERAGA MATERI KONDISI LINGKUNGAN GEOGRAFIS TEMA SELAMATKAN MAKHLUK HIDUP PELAJARAN IPS

Ratna Dewi
SD Negeri 13 Blang Mangat Kota Lhokseumawe
Email : ratnadewimpd4@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan kemampuan belajar siswa melalui pemanfaatan alat peraga serta ingin mengetahui pengaruh siswa melalui pemanfaatan alat peraga materi kondisi lingkungan geografis pelajaran IPS pada siswa Kelas VI semester I SD Negeri 13 Blang Mangat. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (action research class) sebanyak tiga putaran. setiap putaran terdiri dari empat tahap, yaitu: rancangan, pengamatan, refleksi dan revisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas VI Negeri 13 Blang Mangat Tahun Ajaran 2017/2018. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analisis didapatkan prestasi ketuntasan belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III, yaitu siklus I (60.87%), siklus II (86.96%), dan siklus III (100%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode pembelajaran pemanfaatan alat peraga dapat berpengaruh positif terhadap prestasi dan motivasi belajar siswa, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial.


PENGEMBANGAN KOMPETENSI GURU SEJARAH
DALAM MENGHADAPAI TANTANGAN ABAD 21

Fatmawati 1) , Debi Setiawati 2)
IKIP Budi Utomo Malang
Email : matahariok9@gmail.com

ABSTRAK
Perkembangan masyarakat di abad 21 ditandai dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sangat pesat, sehingga mempengaruhi perubahan di bebagai aspek kehidupan, seperti ekonomi, sosial dan budaya. Perubahan-perubahan tersebut seperti pergeseran nilai budaya, perubahan orientasi hidup gaya hidup, tantangan hidup dan kebutuhan hidup. Oleh karena itu muncul permasalahan-permaslahan dalam masyarakat seperti perdagangan bebas, terorisme, isu suku agama dan ras (SARA), krisis moneter, pemanasan global, human trafccking, rasisme, degradasi moral dan western. Sekolah sebagai lembaga pendidikan diharapkan dapat menghasilkan sumber daya manusia berkualitas tinggi, sehingga dapat bersaing dan membawa kemajuan dalam masyarakat. Untuk itu terjadi perubahan dalam paradigma pendidikan dan berusaha mneingkatkan kualitas pendidikan. Salah satunya guru sejarah sebagai pelaku pendidikan harus dapat meningkatkan serta mengembangkan kompetensinya dalam aspek pedagogik, sosial, kepribadian dan profesionalisme. Hal tersebut dapat terlihat dalam kemampuan berkomunikasi dan bekerjasama, kemampuan berpikir kritis dan memcahkan masalah, kemmpuan menekankan pembelajaran yang bersifat contextual, serta kemmapuan dalam menggali informasi melalui literasi dan media berbasis ICT.


PENERAPAN METODE STAD GUNA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA KELAS III
SDN 002 SEKIP HULU SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2016/2017

Mainam
SD Negeri 002 Sekip Hulu
Email : mainam 002@gmail.com

ABSTRAK
Rendahnya hasil belajar siswa kelas III pada mata pelajaran IPA terdapat 11 orang siswa dibawah KKM (70) dari total 20 siswa pada SD Negeri 002 Sekip Hulu Rengat pada tahun pelajaran 2016/2017 membuat peneliti menggunakan metode STAD yang bertujuan agar memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar siswa kelas III SD Negeri 002 Sekip Hulu Rengat yang akan dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan dan 1 kali ulangan harian. Peneliti menggunakan metode STAD di dalam kelas. Setelah dilakukan evaluasi UH-1 dan UH-2 hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan yaitu : prasiklus hanya 9 peserta didik yang mencapai KKM (70) atau 45%. Pada siklus 1 naik menjadi 14 orang siswa atau 70% dan pada siklus 2 juga meningkat menjadi 18 orang siswa atau 90%. Jadi bisa disimpulkan dengan penggunaan metode STAD dapat memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan hasil belajar siswa. Diharapkan guru dapat menerapkan pendekatan CTL dalam proses pembelajaran.


PENGARUH METODE RESITASI TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) SISWA KELAS VII SMP PEMBANGUNAN BOGOR

Siti Mariyam 1) , Retno Triwoelandari 2) , H. Kholil Nawawi 3)
Universitas Ibn Khaldun Bogor
Email : sitimariyam.050295@gmail.com

ABSTRAK
Salah satu metode yang bisa membuat anak menjadi aktif dalam pembelajaran adalah metode resitasi. Dimana peserta didik dapat menggali informasi dan mengembangkan serta mengaplikasikan pengetahuan yang ada secara mandiri melalui latihan dan pelaksanaan tugas yang diberikan guru. Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) untuk mengetahui penerapan metode resitasi pada mata pelajaran PAI, 2) untuk mengetahui motivasi belajar PAI, 3) untuk mengetahui pengaruh metode resitasi terhadap motivasi belajar PAI. Hasil dari penelitian ini yaitu: 1) terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata motivasi belajar PAI siswa kelas VII-A sebelum dan sesudah metode resitasi, 2) terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata motivasi belajar PAI siswa kelas VII-B sebelum dan sesudah metode ceramah, 3) terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata motivasi belajar akhir siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kesimpulan dalam penelitian ini, bahwa skor rata-rata siswa dalam kelas kontrol mengalami peningkatan, namun peningkatan tersebut tidak semaksimal di kelas eksperimen.


HUBUNGAN MODEL PEMBINAAN AKHLAK DENGAN AKHLAK SANTRI
DI KECAMATAN CARINGIN BOGOR

Euis Afifah Hasanah 1) , Muhyani 2) , H. Kholil Nawawi 3)
Universitas Ibn Khaldun Bogor
Email : mariyamnst95@yahoo.com

ABSTRAK
Hasil penelitian ini mengkaji tentang hubungan model pembinaan akhlak dan akhlak santri di Pondok Pesantren Kecamatan Caringin Bogor. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa tinggi akhlak santri di Pesantren tersebut diatas, apakah ada hubungan yang signifikan antara model pembinaan akhlak dengan akhlak santri. Tujuan penelitian ini mengungkapkan sejauh mana pengaruh pembinaan pesantren terhadap akhlak santri serta apakah model pembinaan akhlak berpengaruh terhadap akhlak santri di Kecamatan Caringin Bogor. Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1 untuk mengetahui akhlak santri di Pondok Pesantren Kecamatan Caringin, 2) mengetahui Model Pembinaan akhlak santri di Kecamatan Caringin, 3) untuk mengetahui Pengaruh model pembinaan santri terhadap akhlak santri di Kecmatan Caringin. Hasil dari penelitian ini yaitu: 1) Model pembinaan akhlak santri di Pondok pesantren Kecamatan Caringin Bogor mendapatkan rata-rata nilai 71,7, 2) Akhlak santri di Pondok pesantren Kecamatan Caringin Bogor mendapatkan nilai 88,6, 3) Terdapat korelasi yang signifikan antara Model Pembinaan akhlak dengan akhlak santri. Kesimpulan dalam penelitian ini, bahwa memiliki hubungan yang sangat rendah antara model pembinaan akhlak dengan akhlak santri.


IMPLEMENTASI BUDAYA ISLAMI DALAM MEMBENTUK AKHLAK SISWA
SMPN 1 BABAKAN MADANG

Aslammiyah 1) , Dr. M. Dahlan R, M.A. 2) , H. Ahmad Sobari 3)
Universitas Ibn Khaldun Bogor
Email:aslammmiyah.batubara1995@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya kasus-kasus negative yang dilakukan oleh para pelajar saat ini. Kasus tersebut tawuran, pencurian, narkoba dan yang lebih parah adalah berbuat mesum. Berdasarkan fakta-fakta tersebut, keberadaan budaya Islami di sekolah menjadi penting. Nilai-nilai yang ada pada diri anak seringkali terkalahkan oleh budaya-budaya negative di sekitarnya. Untuk itu perlu adanya suatu budaya-budaya positif untuk diimplementasikan untuk menanggulangi budaya-budaya negative tersebut. Budaya positif tersebut bisa diwujdukan dalam bentuk pengimplementasian budaya Islami di sekolah. Karena dalam budaya Islami mengandung banyak budaya positif yang bisa dibiasakan untuk siswa. Selain dibiasakan untuk mengamalkan ajaran agama yang memang diperintahkan, juga dapat berpengaruh terhadap akhlak siswa. Adapun metode penelitan yang digunakan adalah menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk haasil data yang dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya, sedangkan teknik analisis data dalam skripsi ini adalah teknik analisis deskriptif kualitatif.
Berdasarakan dari hasil penelitian, diketahui bahwa bentuk-bentuk budaya Islami yang diimplementasikan di SMPN 1 Babakan Madang adalah 3S (snyum, salam, dan sapa), shalat dhuha, shalat jum’at, doa sebelum dan sesudah pembelajaran, shalat dzuhur berjamaah, PHBI (peringatan hari besar Islam, Isra Mi’raj, pondok Ramadhan, 1 muharram, BTQ (baca tulis Qur’an), dan Infaq.
Bentuk budya Islami yang membentuk akhlak siswa melalui media/sarana, yaitu: shalat sebagai mekanisme penyucian jiwa, senyum salam, sapa sebagai perilaku sosial siswa sebagai muslim, belajar Al-Qur’an sebagai pengontrol diri siswa, doa dan dzikir sebagai ritual penenang jiwa, kegiatan PHBI sebagai penguat konsep diri siswa sebagai Muslim, dan infaq sebagai pembentuk perilaku dermawan. Sebagai hasil dari Implementasi budaya Islami dalam membentuk akhlak siswa dapat didapat empat hal, yaitu: kesucian jiwa siswa, perilaku sosial siswa sebagai Muslim, pemiliran Islami siswa, dan konsep diri siswa sebagai Muslim.


MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KEAKTIFAN SISWA DALAM MATERI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN SAMPAI ANGKA 20 DENGAN MENGGUNAKAN PERMAINAN BOLA KERANJANG SISWA KELAS 1 SD NEGERI KALIANGKRIK I

Erni Widiastuti
SD Negeri Kaliangkrik I Kabupaten Magelang
Email : erniwidiastuti171@gmail.com

ABSTRAK
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dan keaktifan siswa dalam materi penjumlahan dan pengurangan bilangan sampai angka 20 setelah diterapkannya permainan bola keranjang pada siswa kelas 1 SD Negeri Kaliangkrik I semester ganjil tahun pelajaran 2018/2019.
Penulisan ini dilakukan dengan metode penelitian tindakan kelas yang dilakukan di kelas 1 SD Negeri Kaliangkrik I semester ganjil tahun pelajaran 2018/2019 dengan jumlah siswa sebanyak 26 orang. Tindakan yang dilakukan dengan menerapkan metode demonstrasi menggunakan permaianan bola keraanjang. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus.
Berdasarkan hasil yang diperoleh selama pelaksanaan penelitian tindakan kelas, dapat dijelaskan bahwa hasil belajar dan keaktifan siswa mengalamai peningkatan dibandingkan dengan sebelum tindakan dengan persentase berturut-turut 53,9%, 84,6% dan 92,3%. Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan permainan bola keranjang dapat meningkatkan hasil belajar matematika dan keaktifan siswa kelas 1 SD Negeri Kaliangkrik I semester ganjil tahun pelajaran 2018/2019.

Share this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *