Jurnal Online Mitra Pendidikan Volume II, Nomor 7, Juli 2018

Artikel JMP Online dapat dilihat dan diunduh di website OJS Jurna Online Mitra Pendidikan.

STUDI DESKRIPTIF LULUSAN PROGRAM BEASISWA BIDIKMISI POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS TAHUN 2015-2017

Mujiono 1) , Husni Mubarok 2)
Politeknik Negeri Bengkalis
Email : mujiono2476.polbeng@gmail.com 1) , husnimubarak@polbeng.ac.id 2)

ABSTRAK
Tujuan Bidikmisi memberikan akses pendidikan tinggi kepada kelompok masyarakat ekonomi lemah dan memiliki prestasi akademik baik. Politeknik Negeri Bengkalis mulai mendapatkan kuota Bidikmisi pada tahun 2012 dengan jumlah 90 orang, tahun 2013 berjumlah 175 orang, tahun 2014 berjumlah 175 orang, tahun 2015 berjumlah 175 orang, tahun 2016 berjumlah 140 orang dan tahun 2017 sebanyak 114 orang. Dari jumlah tersebut selama 3 tahun terakhir (2015-2017) telah meluluskan 404 mahasiswa Bidikmisi terdiri dari 22 orang prodi teknik perkapalan, 40 orang prodi teknik mesin, 47 orang prodi teknik elektro, 67 orang prodi teknik informatika, 67 orang prodi teknik sipil, 116 orang prodi administrasi bisnis dan 45 orang prodi bahasa inggris bisnis. Indek Prestasi Akademik (IPK) sebanyak 6,44% berpredikat memuaskan, 76,24% sangat memuaskan dan 17,33% cumlaoude. Faktanya mahasiswa Bidikmisi jelas berasal dari keluarga ekonomi lemah, memiliki kemampuan akademik yang luar biasa dan mampu bersaing. Bidikmisi merupakan peluang emas bagi keluarga miskin untuk mewujudkan cita-citanya.


PENINGKATAN PROSES DAN HASIL BELAJAR TEMA 8 SUBTEMA 1 MUATAN IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING PADA SISWA KELAS 4 SDN LEDOK 07 SALATIGA SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2017/2018

Lucky Rusyita 1), Nyoto Harjono 2), Gamaliel Septian Airlanda 3)
Universitas Kristen Satya Wacana
Email : rusyitalucky@gmail.com 1), har.john59@gmail.com 2), gama.airlanda@staff.uksw.edu 3)

ABSTRAK
Latar belakang masalah penelitian adalah guru menerapkan prinsip pembelajaran tidak hanya dilakukan di sekolah melainkan juga rumah dan lingkungan serta menerapk an prinsip pembelajaran untuk siswa membaca buku di perpustakaan. Meskipun begitu, masih terdapat beberapa siswa yang memiliki hasil belajar rendah. Penelitian bertujuan untuk meningkatkan proses dan hasil belajar IPS melalui model pembelajaran PBL siswa kelas 4 SDN Ledok 07 Salatiga Semester II Tahun Pelajaran 2017/2018. Penelitiannya adalah PTK dengan dua siklus setiap siklusnya ada tiga pertemuan. Instrument yang digunakan adalah observasi, tes, wawancara. Hasil penelitian menunjukkan prasiklus, siklus I, siklus II. Perbandingan proses aktivitas guru mengalami peningkatan setiap siklusnya yaitu siklus I mencapai 58% dari kondisi awal 35% kemudian meningkat ke siklus II mencapai 81%. Peningkatan juga terjadi pada hasil belajar yaitu rata-rata nilai IPS prasiklus adalah 62, siklus I 65, siklus II adalah 74. Berdasarkan analisis, model PBL dapat meningkatkan proses dan hasil belajar IPS siswa kelas 4.


PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR IPA DALAM TEMA 8 KELAS 4 SD

Faisal Miftakhul Islam 1) , Nyoto Harjono 2) , Gamaliel Septian Airlanda 3)
Universitas Kristen Satya Wacana
Email : 292014225@student.uksw.edu 1), har.john59@gmail.com 2), gama.airlanda@staff.uksw.edu 3)

ABSTRAK
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Tujuan penelitian ini meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa dengan penerapan model Problem Based Learning pada muatan Ilmu Pengetahuan Alam dalam pembelajaran tematik. Data dikumpulkan dengan menggunakan soal evaluasi dan lembar observasi. Data kemampuan berpikir kritis diperoleh dengan menjumlahkan seluruh skor dari 6 indikator kemampuan berpikir kritis dengan perolehan skor keseluruhan 31 dengan kriteria cukup kritis pada siklus I dan mengalami peningkatan perolehan skor keseluruhan 47,6 dengan kriteria kritis pada siklus II. Dari persentase keseluruhan hasil belajar pada pra siklus 27,3% meningkat pada siklus I 59% dan meningkat kembali pada siklus II 95,5% sesuai indikator keberhasilan. Dengan demikian hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model problem based learning mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar.


PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAME TOURNAMENT (TGT) DENGAN SIMULASI MEDIA MONOPOLI PADA MATA PELAJARAN EKONOMI

Syamsul Arifin 1) , Priyo Utomo 2) , Nur Aini Anisa 3)
STIE PEMUDA Surabaya
Email : syamsularifin556@gmail.com 1) , uppriyo22@gmail.com 2) , anissa14ainie@gmail.com 3)

ABSTRAK
Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe teams game tournament (TGT) dengan simulasi media monopoli pada mata pelajaran ekonomi materi pokok monopoli kelas XI IIS I SMA IPIEMS surabaya di laksanakan dua sikus yakni siklus I dan siklus II. Metode yang digunakan peneliti adalah menggunakan rancangan PTK yang berusaha memecahkan atau menjawabpermasalahan yang dihadapi pada situasi yang terjadi di lapangan. Hasil penelitian diperoleh pembelajaran yang dilakukan dengan model pembelajaran kooperartif tipe teams games tournament pada kelas XI IIS SMA IPIEMS mengalamami peningkatan. Rata-rata ketuntasan hasil belajar pada siklus I sebesar 34,1% dan pada siklus kedua meningkat sebesar 86,7%. Simpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran dengan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Teams Game Tournament (TGT) dengan Media Permainan Monopoli dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan lebih efektif terhadap hasil belajar siswa pada Mata Pelajaran Ekonomi Materi Pokok Pasar Modal Kelas XI IIS I SMA IPIEMS Surabaya.


PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING PADA PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANALISIS SISWA KELAS V

Ester Widi Sayuti 1) , Firosalia Kristin 2) , Indri Anugraheni 3)
Universitas Kristen Satya Wacana
Email : 292014057@student.uksw.edu 1) , firosaliakristin@staff.uksw.edu 2) , indri.anugraheni@staff.uksw.edu 3)

ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan 1) untuk mendiskripsikan penerapan model pembelajaran Discovery Learning, 2) untuk meningkatkan kemampuan analisis dan hasil belajar IPA melalui model pembelajaran Discovery Learning. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan mengunakan model Kemmis dan Mc taggart. Hasil penelitian diperoleh dengan menggunakan teknik tes dan non tes sedangkan kemampuan analisis menggunakan analisis data diskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukan aktivitas guru, aktivitas siswa, kemampuan analisis siswa dan hasil belajar IPA mengalami peningkatan, hal ini terlihat dari presentase aktivitas guru dari rata-rata siklus I sebesar 55,66 menjadi rata-rata skor 71,67 pada siklus II . aktivitas analisis siswa capaian indikator 1 skor 71, indikator 2 skor 78. indikator 3 skor 66. Hasil belajar mata pelajaran IPA mengalami peningkatan pada pra siklus(35,72%) dengan nilai rata-rata 64,64, siklus I (75%) nilai rata-rata sebanyak 72,64 dan siklus II (92,86%) mencapai rata-rata 78,75.


ANALISIS KEBUTUHAN PEMELAJAR: DESAIN KURSUS ENGLISH FOR SPECIFIC PURPOSES (ESP) DI AKADEMI BSI, JAKARTA

Juniato Sidauruk
Bina Sarana Informatika Jakarta
Email : junianto.jnd@bsi.ac.id; juniato276@gmail.com

ABSTRAK
Pemelajar menjadi bagian yang utama dan sangat penting dalam kegiatan pembelajaran. Untuk itu, pemelajar perlu diberikan perhatian khusus agar tercapai target pembelajaran dan tujuan belajar dari pemelajar. Analisis kebutuhan pemelajar diperlukan sehingga perencanaan dan perancangan materi ajar dapat dibuat sesuai dan selaras dengan kebutuhan pemelajar. Untuk mengetahui kebutuhan para pemelajar diterapkan teknik wawancara dan kemudian diaplikasikan menggunakan metode CNP Munby agar dapat diketahui secara terperinci mengenai pemelajar dan kebutuhannya yang dikategorisasikan kedalam beberapa profil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil pemelajar merupakan bagian yang sangat penting untuk diketahui lebih dulu sehingga tenaga pengajar mampu memetakan kebutuhan pemelajar yang mencakup profil kebutuhan komunikasi tulis dan komunikasi lisan.


PERBAIKAN PROSES DAN HASIL BELAJAR MUATAN IPA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING (DL) PADA SISWA KELAS IV SD

Ani Sri Susanti 1) , Nyoto Harjono 2) , Gamaliel Septian Airlanda 3)
Universitas Kristen Satya Wacana
Email : 292014062@student.uksw.edu 1) , har.john59@gmail.com 2) , gama.airlanda@staff.uksw.edu 3)

ABSTRAK
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Bertujuan untuk memperbaiki proses dan hasil belajar muatan IPA Tema 6 siswa kelas 4 melalui model pembelajaran Discovery Learning. Subjek penelitian adalah siswa kelas 4 dengan jumlah 34 siswa. Sumber data adalah guru dan siswa. Muatan IPA merupakan salah satu muatan pelajaran dengan hasil belajar yang kurang maksimal. Kurang maksimalnya hasil belajar dikarenakan siswa kurang aktif didalam kelas sehingga siswa sulit untuk memahami pembelajaran IPA. Terbukti dari hasil observasi prasiklus aktivitas guru memperoleh persentasae 66,69%. Kemudian prasiklus aktivitas siswa memperoleh persentase 42,89%. Pada siklus I, persentase ketercapaian aktivitas guru sebesar 86% dan ketercapaian aktivitas siswa pada siklus I sebesar 81,3% yang kemudian meningkat pada siklus II sebesar 98% menjadi 94%. Peningkatan hasil belajar muatan IPA dilihat dari aspek kognitif persentase ketuntasan untuk siklus I mencapai 73,5% dan meningkat pada siklus II menjadi 100%.


PERBAIKAN PROSES DAN HASIL BELAJAR MUATAN IPA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) SISWA KELAS 4 SD

Maulida Ilfin Muasaroh 1) , Nyoto Harjono 2) , Gamaliel Septian Airlanda 3)
Universitas Kristen Satya Wacana
Email : 292014241@student.uksw.edu 1) , har.john59@gmail.com 2) , gama.airlanda@staff.uksw.edu 3)

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki proses dan hasil belajar muatan IPA tema 8 subtema 1 siswa kelas 4 SD Negeri Dukuh 01 Salatiga Semester II Tahun Pelajaran 2017/2018 melalui model pembelajaran Problem Based Learning. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, kajian dokumen dan tes. Hasil observasi prasiklus aktivitas guru dan siswa memperoleh persentase 66,69% dan 42,89%. Hasil ulangan harian muatan IPA kelas 4 memperoleh nilai tertinggi 95, nilai terendah 36, dan rata-rata 63. Siswa yang mencapai KKM, 14 siswa dari 34 siswa. Simpulan hasil penelitian adalah penerapan model PBL dapat memperbaiki proses dan hasil belajar muatan IPA tema 8. Pada siklus I, persentase ketercapaian aktivitas guru sebesar 88,1% meningkat pada siklus II menjadi 97,62%. Ketercapaian aktivitas siswa pada siklus I sebesar 72,6% meningkat pada siklus II menjadi 95,24%. Peningkatan hasil belajar muatan IPA dilihat dari aspek kognitif persentase ketuntasan untuk siklus I mencapai 67,65%, meningkat pada siklus II menjadi 88,24%.


PENINGKATAN PROSES DAN HASIL BELAJAR MUATAN IPA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) SISWA KELAS 4 SD

Dina Candra Anugrahwati 1) , Nyoto Harjono 2) , Gamaliel Septian Airlanda 3)
Universitas Kristen Satya Wacana
Email : 29214215@student.uksw.edu 1) , har.john59@gmail.com 2) , gama.airlanda@staff.uksw.edu 3)

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses dan hasil belajar muatan IPA tema 8 subtema 1 menggunakan model pembelajaran PBL siswa kelas 4 SD Negeri Kutowinangun 04 Salatiga semester II tahun pelajaran 2017/2018. Hasil observasi aktivitas guru pada prasiklus dengan rata-rata persentase 75,7%, kemudian aktivitas siswa prasiklus dengan rata-rata 72,8%. Hasil belajar muatan IPA pada prasiklus nilai rata-rata 64,03. Ketuntasan belajar prasiklus sebanyak 16 siswa dinyatakan belum mencapai KKM atau 53%, sedangkan yang dinyatakan tuntas sebanyak 14 siswa atau 47% dari keseluruhan siswa. Penerapan model PBL dapat meningkatkan proses dan hasil belajar muatan IPA tema 8 subtema 1, persentase ketercapaian aktivitas guru siklus I sebesar 91,4% yang meningkat pada siklus II menjadi 100%. Ketercapaian aktivitas siswa siklus I sebesar 88,2% yang meningkat pada siklus II menjadi 100%. Peningkatan hasil belajar muatan IPA dilihat dari aspek kognitif persentase ketuntasan untuk siklus I mencapai 73,3% dan meningkat pada siklus II menjadi 93,3%.


KONSEP KEPRIBADIAN MUSLIM MUHAMMAD IQBAL PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI UPAYA PENGEMBANGAN DAN PENGUATAN KARAKTER GENERASI MILENIAL

Rahmad Rafid
Universitas Muhammadiyah Malang
Email : rahmadrafid@gmail.com

ABSTRAK
Peradaban yang semakin maju juga bisa menjadi salah satu faktor runtuhnya moral dan akhlak. Melihat realitas saat ini, masih banyak generasi bangsa yang belum memiliki kepribadian yang baik, sudah banyak terjadi kasus dalam bidang pendidikan, ini mencerminkan bahwa kualitas kepribadian anak didik masih kurang baik. Konsep Iqbal dalam membentuk kepribadian seorang muslim sejatinya adalah untuk menambah kedekatan manusia dengan Tuhan-Nya dengan menjelmakan sifat-sifat tuhan kedalam dirinya atau dalam kepribadiannya sehingga dengan jalan seperti ini akan mendekatkan diri kepada Tuhan seperti hadist yang selalu dikutip Iqbal dalam pembahasannya mengenai konsep khudi/pribadi yaitu “Takhallaqu bi Akhlaqillah” (tumbuhkan lah dalam dirimu sifat sifat Allah). Jadi, dalam mencari Tuhan bukan dengan cara merendahkan diri dan meminta-minta tetapi dengan himmah dalam menjelmakan sifat sifat uluhiyah dalam diri dan masyarakat. Jadi, konsep Iqbal ini sebagai dasar terapan untuk memperbaiki karakter (akhlaq) individu maupun masyarakat dalam era milenial ini melalui wadah pendidikan secara umum dan secara khusus pada pendidikan Islam.


PERBEDAAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING DAN INQUIRY TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS 4 SD

Ella 1) , Henny Dewi Koeswanti 2) , Sri Giarti 3)
Universitas Kristen Satya Wacana
Email : ellakhatrina1303@gmail.com 1) , henny.dewi@staff.uksw.edu 2) , sgiarty@gmail.com 3)

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika menggunakan model pembelajaran Problem Solving dan model pembelajaran Inquiry di kelas 4 SD pada Gugus Sultan Agung dan Teuku Umar. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu menggunakan desain Non-equivalent control group design. Instrumen pengumpulan data menggunakan instrumen test yang telah dilakukan uji reliabilitas dan uji validitas item soalnya. Hasil uji hipotesis menggunakan uji Ttest pada hasil belajar matematika memperoleh Fhitung sebesar 2,963 dengan taraf signifikansi/probabilitas 0,088. Dikarenakan 2,963 > 0,088 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya ada perbedaan hasil belajar antara siswa yang menggunakan model Problem Solving dan Inquiry. Hasil tersebut didukung dengan rerata hasil yang diperoleh menggunakan model pembelajaran problem solving sebesar 63,86 dan model pembelajaran Inquiry sebesar 69,63. Kesimpulannya adalah hasil belajar yang diperoleh menggunakan model Inquiry lebih tinggi dari model Problem Solving.

Share this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *